Hidayatullah.com—Sudah 202 hari sejak partama kali Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi.
Virus baru SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit itu kini telah merenggut nyawa lebih dari 1 juta orang dan menginfeksi tidak kurang dari 33.311.425 orang di seluruh dunia, menurut Wordlometers yang mengumpulkan data dari sejumlah laporan resmi seperti dilansir Euronews Senin (28/9/2020).
Negara-negara Eropa belum melewati puncak wabah itu dan sudah lama dianggap sebagai episentrum pandemi coronavirus.
Sementara angka terus bertambah, Euronews menelusuri negara mana saja yang mengalamikorban jiwa paling banyak sejauh ini.
Amerika Serikat mencatat paling banyak korban jiwa dengan 209.453 kematian, disusul Brazil 141.776 dan India 95.574.
Di belakang ketiganya ada Meksiko dengan kematian terkonfirmasi mencapai 76.430, kemudian Inggris dengan 41.988 kematian, Italia 35.835 kematian, dan Peru 32.262 kematian.
Prancis yang belakangan ini kembali mengalami kenaikan jumlah pasien coronavirus, sejauh ini mencatat 31.727 di belakang Peru, sedangkan Spanyol membuntuti dengan 31.232 kasus kematian dan Iran 25.589 kematian.
Empat negara Eropa berada di antara 10 negara yang jumlah angka kematiannya paling tinggi, yaitu Inggris, Italia, Prancis dan Spanyol.
Namun, bila dilihat dari kematian per 100.000 jiwa penduduk, maka negara yang paling terdampak parah adalah Belgia, Andorra dan Spanyol dengan masing-masing berurutan mencapai 88,2 – 87,9 – 76,3.*