Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jaga Kesakralannya, Australia Larang Wisatawan Mendaki Uluru

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 November 2017 09:02 9:02 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 November 2017 09:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Memanjat gundukan batu pasir raksasa Uluru akan dilarang mulai Oktober 2019, demikian menurut pihak berwenang di Australia.

Melalui pemungutan suara, dewan pengurus Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta sepakat bulat menyatakan aktivitas memanjat gundukan batu pasir berwarna merah itu harus diakhiri, karena sensitifitasnya bagi suku penduduk asli Australia.

Monolit merah berukuran sangat besar yang terletak di Northern Territory itu merupakan kawasan sakral bagi suku Aborigin Australia.

Penduduk setempat sejak lama meminta agar para pelancong tidak menaiki gundukan batu itu, yang dulu selama bertahun-tahun disebut sebagai Ayers Rock.

Papan-papan peringatan di lokasi awal pendakian meminta agar wisatawan tidak naik ke atas guna menghormati tradisi penduduk asli Australia dan hukum tradisional yang berlaku di kalangan orang Aborigin Anangu, pihak yang secara turun temurun menjadi penjaga dan pengurus kawasan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tempat itu sangat penting sekali artinya, bukan tempat bermain atau theme park seperti Disneyland,” kata Sammy Wilson, ketua dewan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta yang juga keturunan suku Anangu, hari Rabu (1/11/2017) seperti dilansir BBC.

“Jika saya berkunjung ke negara lain dan di sana ada tempat sakral, sebuah kawasan dilarang masuk, saya tidak akan memasukinya atau menaikinya, saya akan menghormatinya,” imbuh Wilson, merujuk peraturan larangan masuk bagi orang umum di banyak tempat yang dianggap sakral.

Lebih lanjut Wilson mengatakan, orang-orang Anangu selama bertahun-tahun merasa terintimidasi membolehkan tempat sakral mereka bebas dipanjat para pelancong karena merupakan kawasan wisata terkenal.

Keputusan itu dibuat oleh dewan yang terdiri dari 8 pemilik tradisional kawasan Uluru dan 4 pejabat pemerintah.

Monolit yang termasuk dalam daftar warisan dunia UNESCO itu diserahkan kembali ke pemilik tradisionalnya pada tahun 1985. Larangan memanjat Uluru akan diberlakukan mulai 26 Oktober 2019, bertepatan dengan peringatan ke-34 tahun penyerahan itu.

Tourism Central Australia menyatakan mendukung keputusan tersebut, dengan menegaskan bahwa pelancong masih dapat mengunjungi banyak bagian lain di tempat itu tanpa melanggar tradisi yang berlaku.

Akan tetapi, tidak semua orang setuju dengan pemberlakuan larangan memanjat Uluru.

Tahun lalu menteri utama Northern Territory, Adam Giles, menyulut perdebatan dengan mengatakan bahwa ketentuan itu “konyol.”

“Kita harus menggali ide agar pemanjatan bisa dilakukan dalam kondisi keselamatan yang sangat ketat dan peraturan yang menegakkan penghormatan spiritual atas tempat itu,” kata Giles, seorang keturunan asli Aborigin.

Namun, faktanya kondisi cuaca dan faktor keselamatan yang menyebabkan aktivitas pemanjatan Uluru sering dinyatakan tertutup selama kurun 12 bulan terakhir. Sejak tahun 1950-an, sedikitnya 35 orang tewas di jalur pemanjatan Uluru.

Selain itu, larangan pemanjatan Uluru menjadi bagian dari rencana manajemen tahun 2010-2020, yang mengusulkan penutupan jika jumlah pengunjung menurun di bawah 20 persen dan aktivitas lain untuk para pelancong sudah berhasil diadakan. Hanya 16 persen pengunjung yang mendaki Uluru antara tahun 2011 sampai 2015, menurut data dewan.

Lebih dari 250.000 orang mengunjungi Uluru setiap tahunnya, menurut keterangan di website taman nasional itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Swedia Dikecam Pasang Gambar Yesus Ngiler Taco
Tulisan selanjutnya Tersandung Kasus Predator Seks Politisi, Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?