Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Turki Tetap Kukuh soal Jilbab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki akan melakukan sebuah upaya simbolik untuk mengubah pelarangan pemakaian jilbab ketika memperingati Hari Republik.
Abdullah Gul di masa lalu melakukan dua perayaan terkait dengan hari yang memperingati awal Turki modern itu, sehingga pejabat negara maupun staff militer tidak harus berjabat tangan dengan istrinya yang mengenakan jilbab.
Tetapi kini ia hanya mengadakan satu resepsi saja.
Dikatakan langkah Gul itu mencerminkan kepercayaan diri yang meningkat dari pemerintah bahwa mereka bisa mengubah aturan pelarangan itu.
Mahkamah Agung memperingatkan pengendoran pelarangan pengenaan jilbab melanggar undang undang dasar negara.
Berdasar undang undang, kaum perempuan dilarang mengenakan jilbab di universitas maupun semua kantor pemerintah, walau hanya sedikit saja universitas yang mematuhinya dan kementrian pendidikan mengatakan akan mendukung mahasiswi yang melanggar larangan tersebut.
Dilema sekuler
Sebagaimana dikutip BBC di Istanbul, jilbab merupakan persoalan besar di Turki.
Fakta bahwa istrinya Hayrunnisa mengenakan jilbab, merupakan penghambat pencalonan kepresidenan Gul tiga tahun lalu. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) bahkan nyaris dilarang oleh Mahkamah Konstitusi.
Jadi keputusan untuk mengadakan hanya satu resepsi resmi di Ankara untuk menandai di mulainya Turki modern oleh Mustafa Kemal Ataturk menghadirkan dilema untuk kaum sekuler garis keras, demikian kutip BBC.
Kalau mereka hadir maka mereka harus berjabat tangan dengan Nyonya Gul yang berarti mengakui haknya untuk hadir di resepsi resmi kenegaraan dengan mengenakan jilbab; kalau mereka tidak hadir sama saja dengan mengabaikan salah satu hari peringatan terpenting dalam sejarah Turki, tambahnya.
Sementara itu, pemimpin oposisi utama Partai Rakyat Repubik, CHP, mengatakan ia tidak akan hadir.
”Saya akan merayakannya dengan rakyat,” kata Kemal Kilicdaroglu.
”Kita bersikap tidak adil kepada ibu negara. Salah kalau dikatakan kita tidak hadir karena ia mengenakan jilbab. Pilihan pakaian bukan urusan kita.”
Militer Turki akan mengadakan resepsi mereka sendiri yang dimulai setengah jam sebelum perayaan resmi dengan presiden, kemungkinan untuk memberi alasan bagi tokoh senior militer untuk tidak menghadiri resepsi dengan presiden.
Keputusan presiden untuk mengadakan hanya satu resepsi perayaan merupakan tantangan, pertanda akan meningkatnya kepercayaan diri pemerintah bahwa mereka bisa melunakkan larangan berjilbab. [bbc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Perlu Berkaca pada Kanada soal Debat Burqa
Tulisan selanjutnya Karena Jengkel, Maroko Tutup Kantor Aljazeera

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?