Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

John Howard Dituduh Bohong soal Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2004 10:51 10:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2004 10:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mereka menyampaikan hal itu dalam surat terbuka yang dipublikasikan kemarin. Pernyataan terbuka Australia itu antara lain ditandatangani oleh mantan Panglima Angkatan Bersenjata Australia Alan Beaumont dan Peter Gration, mantan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Paul Barrat, mantan Sekretaris Kantor Perdana Menteri Alan Renouf dan Richard Woolcot, serta para mantan duta besar, termasuk Rawdon Dalrymple, Stephen Fitzgerald, dan Ross Garnaut.

Surat terbuka tersebut menyuarakan pernyataan serupa yang sebelumnya dikeluarkan oleh para pensiunan pejabat AS dan Inggris. Pada April lalu, para mantan diplomat Inggris mengirimkan surat kepada PM Tony Blair yang isinya mengecam kebijakan Blair di Iraq dan Timur Tengah. Di AS, para mantan diplomat dan pejabat militer mengirimkan dua surat pada Mei dan Juni. Isinya, menuding Presiden George W Bush merendahkan kredibilitas AS di dunia Arab. Mereka mengecam keputusan memerangi Iraq dengan alasan menggulingkan Presiden Saddam Hussein yang dituding memiliki senjata pemusnah massal (WMD).

Menurut pernyataan itu, para pemilih Australia telah disesatkan pemerintah atas alasan keikutsertaan Australia dalam perang Iraq dan demokrasi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya jika orang-orang tidak dapat memercayai para wakil mereka di parlemen.

“Kami prihatin bahwa Australia ikut bergabung menginvasi Iraq berdasarkan asumsi yang salah dan penipuan terhadap rakyat Australia,” demikian pernyataan itu.

“Rezim diktaktor Saddam (Hussein) telah berakhir, tetapi penggulingannya bukan merupakan alasan pergi berperang ke Iraq yang disampaikan kepada rakyat Australia. Perdana Menteri (John Howard) pada Maret 2003 mengatakan bahwa kebijakan kami adalah melucuti senjata (pemusnah massal) Iraq, bukan penggulingan Saddam Hussein.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pernyataan mereka, para mantan diplomat dan pejabat militer Australia itu juga mengecam keputusan ikut berperang ke Iraq yang diambil oleh pemerintahan PM Howard. Pasalnya, keterlibatan Australia dalam perang Iraq telah menjadikan Negeri Kanguru itu sebagai sasaran serangan teror.

Australia menjadi salah satu negara pendukung terkuat serangan pimpinan AS terhadap Iraq, dengan mengerahkan 2.000 serdadu dalam invasi ke Iraq tahun lalu. Hingga kini, Australia masih menempatkan sekitar 850 serdadu di Iraq.

Menanggapi surat terbuka tersebut, PM Howard dari Samoa menolak tudingan dirinya membohongi publik Australia atas keterlibatan negara itu dalam perang Iraq. Howard berada di Samoa menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Tahunan Forum Pasifik, kemarin. (MI)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AC Manullang: ‘SBY didukung CIA’
Tulisan selanjutnya Mukjizat Kristen di Senayan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Berita
3 September 2026 14:11
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?