Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Demo Turki, Aktivis Desak Erdogan Bebaskan 11 Ribu Wanita di Penjara

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2019 16:34 4:34 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Oktober 2019 13:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-Ratusan aktivis tersebut menggunakan truk dan mobil melakukan aksi di jalan-jalan Manhattan, New York. Mereka melakukan orasi dan membawa poster-poster untuk meningkatkan kesadaran dunia tentang adanya pelanggaran hak asasi manusia yang tengah terjadi di Turki.

Aksi demonstrasi digelar aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Kota New York, Amerika Serikat, terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan karena dituding telah melanggar hak asasi manusia dan membungkam demokrasi di negaranya. Mereka mempersoalkan penahanan ratusan bayi dan anak-anak di penjara Turki bersama ibu mereka.

Aksi ini digelar kala Recep Tayyip Erdogan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB minggu lalu.

Menurut para aktivis, ada sekitar 864 bayi dan puluhan ribu wanita yang di penjara di Turki. Mereka menyebut bahwa beberapa dari anak-anak ini menderita cacat atau dengan kondisi medis yang memerlukan perawatan medis berkelanjutan.

Merujuk laporan media Jerman, DW.de, pada pertengahan tahun ini, setidaknya 743 anak di bawah usia 6 tahun harus tinggal di balik jeruji besi di Turki bersama dengan ibu mereka. “Sekitar setengahnya bahkan belum mencapai usia 3 tahun,” kata Saban Yilmaz, yang mengepalai komisi HAM parlemen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

KUHP Turki menyatakan bahwa seharusnya, ibu dengan anak di bawah 6 bulan hukuman penjara mereka ditangguhkan. “Dia lahir pada hari Jumat. Sehari kemudian, kami terpaksa merelakan dia dan ibunya ke penjara,” kata Huseyin Sahnaz, seperti dikutip DW.

Istri Sahnaz, Hatice, akan menghabiskan lebih dari enam tahun di penjara berkeamanan maksimum di dekat kota Antalya di Turki – bersama dengan bayi perempuannya.

Kejadian ini membuat Sahnaz sangat mengkhawatirkan istri dan anak bayinya. Bagaimanapun, penjara bukanlah tempat yang ramah bagi ibu dan bayinya. Keduanya harus berbagi sel dengan 30 narapidana lainnya.

“Tidak adil anak-anak dihukum karena kejahatan ibu mereka,” kata Huseyin Kucukbalaban, koordinator Asosiasi Hak Asasi Manusia Turki.

Selain di Amerika, ribuan orang juga melakukan aksi damai di Leipzig, Jerman. Mereka mengambil bagian dalam protes menuntut pembebasan anak-anak yang ditahan bersama ibu mereka di penjara Erdogan.

Para pemrotes memegang spanduk bertuliskan “11.000 wanita dan 864 anak-anak di penjara Turki” dan “Bebaskan anak-anak dari penjara”. Aktivis menganggap bahwa memenjarakan anak-anak tanpa tuduhan adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.

Para pendemo menyatakan bahwa wanita hamil dan ibu-ibu Turki mengalami tekanan psikologis yang signifikan di penjara sebagai akibat dari pemenjaraan sewenang-wenang mereka, menuntut pemerintah Turki untuk membebaskan mereka.

Menurut laman The Reference, Selasa (1/10), seorang jurnalis Turki, Mesale Tolu, juga ditahan selama berbulan-bulan bersama putranya yang berusia 3 tahun, karena diduga memiliki hubungan Gulen dan akan kembali menjalani persidangan di Istanbul dalam waktu dekat ini.

“Pemerintahan Erdogan telah melakukan tindakan represif atas ratusan ribu orang pengkritik dari berbagai kelompok, terutama gerakan Gulen Movement yang damai,” ungkap jurnalis senior, Mahmud Mohamadi seperti dikutip dari UA24/news.

Ditambahkannya, para aktivis lingkungan, jurnalis, akademisi, non muslim dan beberapa kelompok muslim Sunni telah melakukan kritik atas tindakan Erdogan, memiliki andil besar dalam konsekuensi dari agenda politiknya.

“Sendi kehidupan masyarakat telah dihancurkan melalui pemecatan, penyitaan, pemenjaraan, dan penyiksaan,” lanjut Mohamadi.

Semua kejadian pelanggaran hak asasi manusia tersebut, menuai protes keras dari berbagai negara di antaranya Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Advocates of Silenced Turki salah satu organisasi nirlaba hak asasi manusia (HAM) yang bekerja untuk hak-hak mereka yang teraniaya di Turki, saat ini meluncurkan inisiatif yang menuntut agar ibu rumah tangga dan bayi-bayi yang dipenjarakan segera dibebaskan.*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tim Khusus Pemprov Sumut Bantu Warganya di Wamena
Tulisan selanjutnya MUI Mimika Papua Imbau Jaga Persatuan dan Persaudaraan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?