Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pembela Saddam Hussein Dibunuh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2005 22:23
Bagikan
Bagikan

Sabtu, 22 Oktober 2005

   
   

Hidayatullah.com–Sadoun Nasouaf al-Janabi ditembak di kepala dan dada. Tubuhnya dibuang pada hari Kamis malam, tidak lama setelah diculik dan sehari kemudian diidentifikasi. Jenazah Saadoun Nasouaf al Janabi ditemukan polisi tewas di dekat Mesjid Fardous, bagian timur kawasan Ur di Baghdad, Iraq, Jumat, (21/0).

Jenazah Janaabi ditemukan terkapar di jalan dengan dua tembakan yang menembus kepalanya. Al Janabi adalah salah seorang pengacara dari tim pembela Saddam Hussein. Setelah sesi sidang pertama selesai, Janabi diculik oleh 10 orang bertopeng di kantornya, Kamis (20/10) malam.

Ketua pengacara Saddam, Khalil al Dulaimi mengatakan tidak lama setelah penculikan Janabi, tim pembela Saddam menerima banyak ancaman antara lain melalui e-mail, telepon dan pesan pendek (SMS).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pembunuhan tersebut menjadi hambatan pertama sidang Saddam. Para hakim dan jaksa penuntut dalam sidang Saddam juga berada di bawah penjagaan yang sangat ketat karena dikhawatirkan mereka akan menjadi target kelompok perlawanan yang mendukung Saddam untuk balas dendam.

Saddam dan tujuh pembantu seniornya tengah menjalani sidang di pengadilan. Mereka dituduh membunuh 150 warga Syiah dari Dujail pada 1982. Jika tuduhan tersebut terbukti Saddam dan para pembantunya bisa dikenakan hukuman mati.

Pemerintah Iraq mengecam pembunhan itu, persatuan pengacara mengatakan peristiwa itu akan menimbulkan "dampak yang berat".

Pengadilan Saddam Hussein ditunda, namun akan menggelar kesaksian seorang saksi yang sakit keras.

Wadah Ismail al-Sheik, yang dulu merupakan pejabat tinggi intelijen saat pemerintahan Saddam Hussein, akan memberi kesaksian dari rumah sakit pada hari Minggu. Dia menderita sakit kanker.

 Janabi adalah pengacara Hamed al-Bandar, salah satu terdakwa kasus Saddam Hussein yang merupakan mantan seorang hakim terkenal.

 "Peristiwa ini akan membuat pengacara menghindari membela mereka yang ditahan karena alasan politik," ujar Diaa al-Saadi, seorang pejabat organisasi itu.

Dalam persidangan pertama Saddam Hussein dan tujuh orang lainnya dilaksanakan dibawah penjagaan yang ketat. Nama empat dari lima hakim dan sebagian besar jaksa penuntut dirahasiakan demi keamanan. Hanya nama hakim kepala dan jaksa penuntut utama yang diumumkan.

Identitas tim pembela tidak dirahasian dan pengacara utama Saddam Hussein, Khalil Dulaimi, mengatakan sebagian dari mereka menerima ancaman. Kini pemerintah Iraq menawarkan pengawalan pada semua pengacara yang memintanya. (bbc/mtv/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dibutuhkan, 10 Ribu Paket Takjil untuk Dhuafa
Tulisan selanjutnya AS Minta Bantuan Malaysia Dalam Dialog Dengan Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?