Hidayatullah.com—Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengeluarkan pernyataan bersama menarik duta-duta besar mereka dari Qatar.
“Ketiga negara ini telah memutuskan untuk mulai mengambil tindakan yang menurut mereka pantas guna melindungi keamanan dan stabilitas negaranya, menegaskan bahwa mereka menjaga kepentingan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), termasuk negara tetangga Qatar,” bunyi pernyataan itu.
Qatar dinilai gagal menjaga prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan menahan diri dari mendukung pihak-pihak pengancam kemananan anggota GCC.
Menanggapi hal tersebut, Qatar menyatakan “menyesal” atas tindakan yang diambil ketiga negara itu, tetapi tidak akan melakukan hal yang sama, lansir AFP (5/3/2014).
Pada 23 Nopember 2013 keenam negara anggota GCC menandatangani kesepakatan untuk tidak mendukung “siapapun yang mengancam keamanan dan stabilitas GCC baik sebagai kelompok maupun perorangan, lewat tindakan keamanan maupun melalui pengaruh politik, serta tidak mendukung media yang bersikap bermusuhan.”
Qatar selama ini mendukung gerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun yang dilarang beroperasi di sebagian besar negara Teluk.
Meskipun Amir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad Al-Tsani menegaskan komitmennya atas kesepakatan tersebut saat bertemu dengan Amir Kuwait dan Raja Abdullah di Riyadh Nopember lalu, pernyataan ketiga negara tersebut menekankan bahwa negara Qatar gagal memenuhi kesepakatan yang telah dibuat.
Dilansir Arab News, para menteri GCC bertemu hari Selasa (4/3/2014) di Riyadh untuk membujuk Qatar menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.
Tetapi sayangnya, upaya itu gagal mengajak Qatar untuk menepati kesepatakan, sehingga Saudi, Bahrain dan UEA menarik duta besar mereka mulai 5 Maret 2014.
Selain kesediaan Qatar menampung banyak aktivis Al-Ikhwan Al-Muslimun yang meninggalkan negara asalnya, seperti Dr Yusuf Al-Qaradhawi, stasiun televisi Al-Jazeera yang berbasis di Qatar juga dinilai beberapa kali menampilkan berita yang tidak berimbang dan cenderung berpihak kepada Al-Ikhwan.
Sebelum akhirnya mengambil tindakan tegas menarik duta besarnya dari Doha, pada pertemuan 17 Februari di Kuwait negara-negara GCC sudah memperingatkan Qatar akan sikapnya yang melanggar kesepakatan.*