Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasca Penahanan Aktivis Islam, Howard Minta Komunitas Muslim Tenang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2005 04:44
Bagikan
Bagikan

Selasa, 15 November  2005

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Australia John Howard, Rabu (9/11), berupaya menyakinkan kaum minoritas Muslim di negaranya bahwa mereka bukan dijadikan sasaran, pasca penahanan 17 tersangka dengan tuduhan merencanakan aksi ‘terorisme’.

"Ini bukan sebuah tindakan anti Muslim. Ini adalah tindakan yang diambil polisi karena hukum dilanggar," ujar Howard kepada stasiun televisi ‘Seven’. Howard meminta anggota komunitas Islam, yang jumlahnya hanya 300 ribu dari 20 juta penduduk yang ada di Australia, untuk mendukung perang melawan terorisme.

Hampir kebanyakan dari 17 pria Muslim yang ditahan dalam operasi penggeledahan, Selasa (8/11) kemarin adalah berkewarganegaraan Australia.

Banyak dari mereka lahir di Australia. Sementara itu, beberapa pemimpin Islam mengekspresikan kekhawatiran bahwa komunitasnya akan menghadapi peningkatan situasi yang tidak menyenangkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam sebuah wawancara di radio hari ini, Howard mengatakan warga Australia tidak pernah membayangkan bahwa orang yang tumbuh di negaranya akan merencanakan serangan melawan mereka. Namun dia mengatakan situasi yang serupa juga terjadi di Iggris sebelum peledakan bom pada bulan Juli 2005 lalu.

Selasa lalu, Australia juga mengkait-kaitkan seorang ulama kelahiran Aljazair, Abu Bakr atau dikenal sebagai Abdul Nacer Banbrika dengan tuduhan pemimpin organisasi teroris. Tentu saja, tuduhan tak main-main itu bisa menjebloskan sang ulama ke dalam penjara selama 25 tahun.

Australia menuduh Abu Bakr, mendukung pemimpin Al-Qaeda Usama bin Ladin. Semenjak Austrlia turut menjadi sasaran teror, negeri ini tiba-tiba begitu diskriminatif terhadap Islam.

Diantaranya, memberlakuan undang undang anti teror baru untuk mempermudah polisi menangkap para tersangka ‘teroris’. Kabarnya, undang-undang anti-teror ini justru banyak merugikan kaum Muslim di negeri Kanguru itu. (afp/is/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua MPR Berharap Polisi Segera Mengungkap Kasus Poso
Tulisan selanjutnya ‘Studi Islam’ untuk Kepentingan Siapa ?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?