Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serangan Rasial Landa Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juni 2009 15:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sedikitnya 2.000 mahasiswa dan pendukung mengadakan aksi protes di Australia terhadap serangkaian serangan yang diduga terjadi akibat perbedaan ras. Pada salah satu serangan terbaru di Melbourne, seorang mahasiswa mengalami kondisi kritis akibat diserang dengan sebuah obeng.
Aksi protes bermula dari rumah sakit saat seorang mahasiswa luka parah dan berjuang hidup akibat serangan terhadap dirinya. Sravan Kumar Theerthala, 25, ditusuk dengan sebuah obeng pekan lalu.
Aksi protes ini digambarkan berjalan damai, meskipun situs web koran setempat Melbourne Age menunjukkan foto terjadinya kerusakan di sebuah stasiun kereta api utama setelah sejumlah peserta aksi protes dilaporkan melempar roket.
Terjadi lebih dari 70 serangan tahun lalu, sementara sedikitnya 4 serangan terjadi dua pekan terakhir.
Polisi membantah serangan ini terjadi dilatari oleh perbedaan ras, menurut mereka para korban mahasiswa tersebut hanya berada di tempat dan waktu yang salah.
Menurut polisi aksi kejahatan ini semata “kebetulan” belaka, di mana mahasiswa India dianggap sebagai “sasaran empuk”.
Mahasiswa asal India biasanya bepergian seorang diri, sampai larut malam — apakah pulang belajar atau bekerja — dan biasa membawa barang berharga seperti laptop dan telepon genggam, kata Deputi Komisioner Police Victoria Kieran Walshe.
Tujuan belajar
Namun para mahasiswa dan pejabat India menuntut polisi beraksi, termasuk menambah jumlah pasukan di stasiun kereta api serta di daerah bermasalah lain.
Persatuan mahasiswa, yang menyelenggarakan aksi protes ini, juga menyerukan agar pemerintah India menyebut Australia sebagai negara tujuan yang tidak aman bagi mahasiswa India jika serangan terus berlanjut.
Diperkirakan terdapat sekitar 90.000 mahasiswa India yang sedang belajar di universitas-universitas Australia.
 Isu ini menarik perhatian sejumlah media utama di India – memaksa pemerintah India agar menyampaikan keprihatinan mereka terhadap pejabat Australia dalam pertemuan tingkat tinggi antar pemerintah.
Salah seorang bintang film terkenal India, Amitabh Bachchan, menolak gelar kehormatan yang diberikan Universitas Teknologi Queensland, dengan mengatakan dia tidak bisa menerima gelar tersebut ditengah situasi seperti ini.
“Nurani saya sangat tidak tenang saat ini” akibat berbagai serangan tersebut, Bachchan menulis dalam situs web-nya. [bbc/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haji Faruq, Terdakwa Zakat Maut Divonis 3 Tahun
Tulisan selanjutnya Amerika dan Israel Alami Ketegangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?