Hidayatullah.com–Guru-guru di Inggris tidak seharusnya dilarang menjadi anggota British National Party (BNP) atau kelompok apapun yang mengusung rasisme. Demikian kesimpulan dari sebuah kajian.
Pemerintah mengeluarkan laporan tersebut pada bulan September tahun lalu, setelah sebuah daftar yang memuat 15 nama guru anggota BNP bocor ke publik.
Pembuat review, Maurice Smith, menambahkan bahwa rekomendasinya tersebut harus dikaji ulang setiap tahun, dan para menteri telah menerima rekomendasi itu.
Pemimpin BNP yang anti-Islam, Nick Griffin, menyambut baik apa yang disebutnya sebagai sebuah ‘kajian yang masuk akal’ tersebut. Menurutnya, hal itu baik untuk demokrasi.
Smith mengatakan, “Saya tidak yakin melarang guru atau orang-orang yang bekerja di sekolah menjadi anggota sebuah organisasi legal yang mengusung rasisme, perlu dilakukan saat ini.”
Sementara itu NAWUST, yang selama ini menyerukan agar anggota BNP dilarang ada di sekolah, menyatakan kecewa dengan hasil kajian tersebut.
Sebagaimana dikutip dari BBC, Sekjen NAWUST Chris Keates mengatakan bahwa kajian itu telah “menyia-nyiakan kesempatan” untuk meletakkan guru sejajar dengan polisi dan petugas penjara. “Pemikiran bahwa seseorang yang mendaftar menjadi anggota BNP bisa menanggalkan keyakinannya sejenak sebelum memasuki gerbang sekolah dan berlaku profesional, sangatlah lucu.”
“Laporan itu sangat tidak pantas dan dikotori dengan kontradiksi,” ujarnya. [di/bbc/hidayatullah.com]