Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengungsi Yazidi yang Ditampung Jerman Berkurang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2019 06:47 6:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2019 06:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Semakin sedikit pengungsi dari kalangan Yazidi (Ezidi atau Yezidi) yang ditampung oleh Jerman, menurut laporan sebuah koran setempat.

Jerman menyetujui 60 persen permohonan suaka orang-orang Yazidi tahun lalu, lapor koran Neue Osnabrucker Zeitung hari Sabtu (9/2/2019) seperti dilansir DW. Jumlah itu sekitar 5.350 pengungsi, atau lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang mana permohonan suaka dari orang-orang Yazidi –kebanyakan berasal dari Iraq– disetujui 85 persen.

Data tersebut diungkap ke publik oleh Kementerian Luar Negeri atas permintaan dari Partai Kiri.

Yazidi adalah orang-orang berbahasa Kurdi yang menganut agama unik, campuran dari ajaran Zoroaster, Kristen dan Islam, yang kebanyakan tinggal di wilayah Iraq dan Suriah. Kampung halaman nenek moyang mereka berada di Sinjar, bagian utara Iraq, yang pada tahun 2014 dikuasai oleh kelompok bersenjata ISIS alias Daesh.

Akibat konflik yang terjadi di Suriah dan Iraq beberapa tahun terakhir, ratusan ribu orang Yazidi mengungsi. Sebagian dari mereka yang pergi ke luar negeri akhirnya tinggal di Armenia, Georgia dan Rusia. Sekitar 150.000 orang Yazidi tinggal di Jerman, di mana komunitas terbesar Yazidi di pengasingan berada.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nadia Murad, wanita Yazidi yang pernah menjadi tahanan ISIS dan katanya dijadikan budak seks mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian 2018 atas kampanyenya menentang kekerasan seksual sebagai senjata perang.

Jumlah permohonan suaka orang Yazidi yang dikabulkan Jerman pada tahun 2015 mencapai 97 persen. Pada tahun 2016 angkanya menurun menjadi 95 persen. Patut diketahui bahwa kebanyakan migrasi dan  proses permohonan suaka orang-orang Yazidi dibantu oleh organisasi-organisasi amal Kristen di Eropa.

Menurut Neue Osnabrucker Zeitung salah satu faktor mengapa aplikasi suaka orang Yazidi di Jerman belakangan ini jumlah yang diterima semakin menurun adalah adalah fakta mereka berangkat dari negara-negara yang dianggap aman seperti Georgia, Rusia dan Turki. Alasan lain, karena pihak otoritas Jerman tidak lagi menganggap wilayah otonomi Kurdi di utara Iraq sebagai daerah tidak aman bagi Yazidi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Hungaria Genjot Angka Kelahiran dengan Insentif Pajak dan Kredit Rakyat
Tulisan selanjutnya Prof Amin Suma Apresiasi Napi Berhijrah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Berita
21 Juli 2026 18:02
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?