Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sulit Memahami Perdebatan Cadar di Prancis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2010 12:26
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Perdana Menteri Turki Recep Thayyib Erdogan, hari Rabu (7/4) di Paris  menyatakan bahwa ia merasa sulit untuk memahami kontroversi atas jilbab di Prancis. Menurutnya, harusnya  tatanan sekuler memungkinkan setiap orang untuk hidup sesuai dengan keyakinannya.
Dalam sebuah wawancara  Erdogan mengatakan, “Jika negara sekuler yang berdiri pada jarak yang sama dari semua keyakinan, maka sulit untuk memahami mengapa kontroversi yang berlangsung hari ini,” ujarnya dikutip Agence France Presse (AFP).
 Dia menambahkan bahwa, Prancis adalah salah satu pilar sekularisme yang paling kental. Prancis adalah rumah bagi enam juta Muslim, masing-masing menaruh kepercayaannya dengan cara mereka sendiri.
 Perlu dicatat bahwa mayoritas sayap kanan di Prancis berusaha untuk mempercepat penerapan peraturan untuk mencegah pengenaan cadar di tempat umum seluas mungkin. Parlemen akan membicarakan resolusi ini pada bulan Mei untuk secara terbuka menyatakan oposisi terhadap cadar, dan akan diikuti oleh keputusan pencegahan.
 Bersumpah melarang cadar
 Sementara itu, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy sebelumnya telah berjanji tetap akan melarang pemakaian cadar di Prancis, pasca kekalahan berat bagi partainya dalam pemilu daerah.
 Dalam pidato politiknya, Sarkozy mengatakan, bahwa pakaian islami yang menutupi seluruh tubuh adalah “penghinaan” bagi perempuan. 
“Pakaian yang menutupi seluruh tubuh bertentangan dengan martabat perempuan, dan solusinya adalah melarang mengenakannya. Pemerintah akan merancang undang-undang untuk pelarangan tersebut yang sejalan dengan prinsip hukum kami,” ujarnya.
 Sarkozy tidak memberikan jadwal waktu untuk pemberlakuan peraturan ini kepada parlemen. Namun sumber politik menunjukkan bahwa hal itu bisa terjadi sebelum musim panas.

Jajak pendapat telah menunjukkan penurunan golongan sayap kanan Prancis dan pendukungnya, dan dijelaskan bahwa 6 dari setiap 10 pemilih ingin memenangkan golongan sayap kiri Prancis dalam pemilihan presiden pada tahun 2012.
 Tidak ada dasar hukum  
 Sementara itu, Dewan Nasional Negara Prancis, badan tertinggi peradilan administrasi di negara itu, dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada pemerintah, menyatakan bahwa larangan komprehensif cadar tidak memiliki dasar hukum.
 Namun, laporan tersebut menambahkan bahwa deteksi wajah tetap wajib dibenarkan di beberapa tempat untuk alasan keamanan.
 Dewan Negara mengatakan, dalam laporannya yang disampaikan kepada Perdana Menteri, François Fillon, “Dewan Negara menunjukkan bahwa larangan komprehensif dan larangan pemakaian cadar tidak dapat menemukan dasar hukum yang kuat.”
 Ditambahkan bahwa, Dewan Negara, di sisi lain mendukung untuk memberikan keamanan publik dan perjuangan melawan pemalsuan yang diperkuat dengan permintaan khusus dari beberapa lembaga-lembaga publik. Baik itu di beberapa tempat, atau sesuai dengan prosedur tertentu.”
 Pada akhir Januari, Francois Fillon diminta oleh Dewan Negara mengenai usulan solusi hukum agar memungkinkan pemerintah untuk menerapkan pencegahan pemakaian cadar, sehingga menjadi lebih luas dan lebih efektif mungkin.  Belum lama ini, menanggapi  Nicolas Sarkozy  Catherine Kintzler, seorang profesor filsafat dari Universitas Lille dan penulis Qu’est-ce que la laïcité? (Apa yang Dimaksud dengan Laisisme?) mempertahankan sekularisme bergaya Prancis sebagai satu-satunya pelindung sejati bagi hak-hak keagamaan dan kebebasan pribadi.Prancis yang menetapkan diri sebagai negara sekuler dan bebas, kenyataannya tak benar-benar bebas terhadap hak kaum Muslim. [ismm/sadzali/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kaum Gay akan Perkarakan Kapolda Jawa Timur
Tulisan selanjutnya Militer Inggris Jadikan Masjid Sasaran Tembak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?