Hidayatullah.com–Seorang mantan Menteri Pertahanan AS mengatakan, negaranya tertarik untuk terlibat dalam program nuklir yang digagas Raja Abdullah di kota Riyadh baru-baru ini.
“Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah, yang memiliki visi jernih, telah memulai sebuah program pembangunan, dan negara kami tertarik untuk berpartisipasi dalam beberapa proyek di dalamnya, seperti bidang keamanan energi, desalinasi air, dan teknologi perubahan iklim,” kata William Cohen kepada para wartawan Senin kemarin.
Pengumuman Cohen itu dinyatakan setelah pertemuan antara sebuah delegasi AS beranggotakan 10 orang yang dipimpin oleh Cohen dengan anggota Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi di Riyadh yang dipimpin oleh Wakil Presidennya, Abdul Rahman Al-Jeraisy. Rombongan AS terdiri dari perwakilan lima perusahaan besar Amerika.
Dalam pertemuan itu hadir pula Dubes AS untuk Saudi James B. Smith, Sekjen Kadin Saudi Fahd Al-Sultan dan Wakil Presiden Yahoo David Hartman.
Cohen mengatakan, tugas pertama dari delegasinya adalah memfokuskan pembicaraan kerjasama dengan pengusaha Saudi dalam bidang keuangan dan jasa teknologi informasi.
“Kerjasama ini nantinya akan bisa diperluas ke bidang-bidang baru dalam kerangka proyek-proyek baru yang digagas oleh Raja Abdullah,” tambahnya.
Menurut Cohen, gagasan kota enegi merupakan proyek yang menarik. Ditambahkan pula olehnya, bahwa teknologi baru itu tidak hanya akan memberikan keuntungan bari Arab Saudi, tapi juga negara-negara lain di sekitarnya. (Baca berita sebelumnya: Saudi Dirikan Pusat Riset Energi Nuklir)
Cohen yang merupakan pimpinan dari Cohen Group di Washington mengatakan, pembicaraan mereka akan ditindaklanjuti dalam sebuah pertemuan di Chicago. Cohen berharap Saudi akan mengirim delegasi yang terdiri dari orang-orang penting dalam bidang perdagangan ke pertemuan itu.
Dikatakan oleh Cohen, pertemuan semacam itu akan membantu mempererat perjanjian kerjasama investasi antara kedua negara.
Al-Jeraisy mengatakan, Saudi dan Amerika telah memiliki hubungan perdagangan yang sangat baik selama lebih dari 80 tahun. “Pertukaran delegasi perdagangan kedua negara akan membantu para pihak untuk mengidentifikasi bidang kerjasama baru yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Ditambahkan oleh Al-Jeraisy, delegasi Saudi ke Chicago akan mengikutsertakan sejumlah menteri.
Selama pertemuan bisnis berlangsung, Dubes Smith mengatakan, misinya ke Riyadh adalah untuk memfasilitasi percepatan pembuatan visa bagi para pengusaha Saudi yang akan berkunjung ke AS. [di/an/hidayatullah.com]