Hidayatullah.com—Turki mengatakan tidak mendukung eksekusi seorang tokoh Syiah oleh Arab Saudi, karena Ankara menentang hukuman mati, kata juru bicara pemerintah Numan Kurtulmus hari Senin (4/1/2016).
“Kami menentang semua bentuk hukuman mati, khususnya yang bermotif politik … Bagi kami tidak mungkin untuk mendukung hukuman mati yang dilakukan oleh negara manapun,” kata Kurtulmus dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip Today’s Zaman.
Kurtulmus mengatakan eksekusi hari Sabtu atas Nimr Al-Nimr tersebut tidak kondusif bagi perdamaian di kawasan. “Akan tetapi, Arab Saudi dan Iran adalah teman-teman kami dan kami tidak ingin mereka berkelahi, karena itu adalah hal terakhir yang kawasan ini perlukan,” kata Kurtulmus.
Baca: Kejahatan Tokoh Syiah Nimr Al- Nimr sehingga Dieksekusi di Arab Saudi
Menyusul eksekusi atas Nimr Al-Nimr, pemimpin Iran hari Ahad (3/1/2016) memperingatkan Arab Saudi yang akan menerima “laknatullah” atas tindakan yang dilakukan terhadap pemuka Syiah tersebut.
Nimr Al-Nimr merupakan tokoh sentral aksi-aksi unjuk rasa warga Syiah di wilayah timur Arab Saudi pada 2012 yang mengakibatkan sejumlah aparat keamanan dan warga sipil terbunuh. Ulama Syiah itu semasa hidupnya gencar menyerukan pemberontakan terhadap penguasa Kerajaan Arab Saudi.
“Arab Saudi dan Iran adalah dua negara besar dunia Muslim, dan kami memiliki hubungan dengan keduanya, kata Kurtulmus yang juga menjabat wakil perdana menteri seperti dikutip Hurriyet.
“Kedua negara harus meninggalkan ketegangan ini secepatnya. Kawasan ini (Timur Tengah, red) tidak dapat memikul ketegangan semacam itu,” imbuhnya.
Eksekusi atas Al-Nimr memicu perselisihan Riyadh-Teheran dan mengundang aksi protes brutal di kalangan warga Syiah di sejumlah wilayah, serta berbuntut pada peregangan hubungan diplomatik beberapa negara di kawasan itu.*