Hidayatullah.com–Raja Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz berkeinginan kuat untuk mendirikan satu pusat dialog internasional untuk semua agama di dunia, yang benar-benar tidak ada campurtangan dari kepentingan politik sama kali. Demikian dilansir Al-Arabiya.net (29/5).
Raja Abdullah bin Abdul Aziz juga menekankan bahwa Arab Saudi akan terus mengkampanyekan budaya dialog dan komunikasi antara peradaban dan budaya di dunia. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan kerukunan hidup antarumat manusia, yang dapat hidup berdampingan, menghindari konflik dan kekerasan, serta untuk mencapai perdamaian dunia.
Pada hari Jumat (28/5), delegasi Arab Saudi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Pangeran Sa’ud Al-Faisal menghadiri pertemuan Forum Perserikatan Peradaban ke-III di Brazil, yang mengambil tema “Komusikasi Budaya Untuk Perdamaian”. Dalam forum ini dibahas betapa pentingnya membangun komunikasi dan dialog di tengah berbagai tantangan dan krisis yang sedang dihadapi dunia internasional sekarang ini, khususnya dalam menghadapi terorisme dan ekstremisme. Hal ini, menurut pengurus Masjidil Haram, juga berangkat dari ajaran Islam yang bersikap toleran dan cinta perdamaian.
Salah satu langkah yang diambil Arab Saudi untuk mewujudkan keinginannya tersebut melalui jalur pendidikan. Sekitar 90 ribu mahasiswa dan mahasiswi dikirim untuk belajar di universitas di 14 negara, serta dibukanya beasiswa di Universitas Sains dan Teknologi KAUST untuk mahasiswa dari seluruh dunia, guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. [sadz/aby/hidayatullah.com]