Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ekstradisi Mantan Pemimpin Bosnia Ditolak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juli 2010 18:38
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Sebuah pengadilan Inggris, Selasa, menolak untuk mengekstradisi mantan pemimpin Bosnia pada masa perang Ejup Ganic, yang dicari di Serbia dengan tuduhan kejahatan perang, dengan mengatakan pengadilannya telah dimotivasi secara politik.
 Ganic, seorang anggota kepresidenan multi-etnik Bosnia pada saat perang tiga-pihak 1992-95 yang mengadu rekan-rekan muslimnya melawan masyarakat etnik Serbia dan Kroasia, memuji putusan itu sebagai pemulihan nama baik. Sementara Serbia menyatakan mereka akan naik banding ke pengadilan lebih tinggi di
Inggris, sebagaimana dikutip dari Reuters.
 Ganic (64) ditangkap di Bandara Heathrow di London pada 1 Maret atas permintaan pemerintah Serbia karena dia diduga “berkonspirasi untuk membunuh dengan orang lain yang disebutkan dan melanggar Konvensi Jenewa, yakni membunuh tentara yang terluka”.
 Ketika memutuskan untuk menentang ekstradisi itu, hakim Timothy Workman mengatakan, “Acara kerja ini telah diajukan dan digunakan untuk tujuan politik dan seperti sama dengan penyalahgunaan proses pengadilan ini”. Putusan itu dilaporkan oleh Asosiasi Pers Inggris.
 Serbia ingin mengadili Ganic dan 16 bekas pejabat lain Bosnia karena serangan oleh pasukan Bosnia terhadap pasukan bekas Tentara Rakyat Yugoslavia (JNA) yang akan mundur di Sarajevo pada Mei 1992, satu dari serangkaian pembukaan konflik itu.
 Menurut pemerintah Serbia, sejumlah tentara JNA telah tewas dan terluka dalam serangan itu.
 Ganic melukiskan putusan pengadilan itu sebagai “kebenaran lainnya mengenai Bosnia”.
 “Kami membela Bosnia dan kami merasa bangga karena apa yang dikatakan dalam pidato penutupan oleh hakim,” ia mengatakan pada radio negara Bosnia setelah putusan tersebut. “Kita menang, dan ini akan memainkan peran besar dalam memperkuat lagi Bosnia dan pengembangan hubungannya dengan tetangga-tetangganya.”
 Bruno Vekaric, wakil penuntut kejahatan perang Serbia, mengatakan, “Kami menghormati putusan pengadilan Inggris itu, tapi ada opsi untuk naik banding ke pengadilan yang lebih tinggi dan kami akan melakukan itu”.
 Dalam pemeriksaan pengadilan Maret, di mana Ganic membayar uang jaminan, pengacaranya, Clare Montgomery, menyatakan tuduhan terhadapnya telah ditolak oleh Pengadilan Kejahatan Perang untuk bekas Yugoslavia (ICTY) dan menuduh pemerintah Serbia telah melanggar hukum ekstradisi untuk tujuan politik.
 Setelah penangkapannya, ribuan warga Bosnia berunjuk rasa di luar kedutaan besar Inggris dan Serbia di ibukota Bosna, Sarajevo, untuk meminta pembebasannya.
Ganic kini adalah manajer Sekolah Sains dan Teknologi di Sarajevo, tempat ia tinggal. Ia tidak lagi memegang jabatan pemerintahan.
 Perjanjian perdamaian Dayton, yang diperantarai Amerika Serikat, mengakhiri perang Bosnia, membagi negara itu menjadi dua wilayah otonomi, Republik Serbia Bosnia dan Federasi Muslim-Kroasia.[ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kiai Sahal Kembali Terpilih Jadi Ketum MUI
Tulisan selanjutnya “Apa Anda Mau Makan Bangkai Tiap Hari?”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?