Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kampus Muslim Pertama di Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2010 20:01
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com–Kitab suci al-Qur’an dan Bibel memandang zaitun sebagai buah istimewa karena banyak manfaatnya, dan menyebut zaitun sebagai simbol kemurnian dan cahaya. Jadi pas sekali bila perguruan tinggi Muslim pertama di Amerika Serikat, yang membawa cahaya pengetahuan dan keteladanan, diberi nama Zaytuna College. Keberadaan kampus ini di Amerika sendiri menolak pemikiran bahwa Islam hanyalah sebuah ideologi Timur. Kehadirannya justru memperlihatkan bahwa Islam dan Muslim bisa menjadi “benar-benar Amerika”, dan bisa memberi sumbangsih bagi kemajuan sosiologis, politik dan budaya Amerika.
 Pendidikan telah memainkan peran penting dalam meredakan ketegangan antaragama dan ras serta mendorong toleransi di Amerika Serikat. Banyak kelompok imigran yang datang ke Amerika mencari kebebasan namun justru mendapat diskriminasi begitu mereka tiba. Kelompok-kelompok agama mulai menggunakan pendidikan untuk mengatasi ketegangan ini, dan menjadi kekuatan penting untuk menumbuhkan penerimaan masyarakat. Lembaga seperti Brandeis University dan University of Notre Dame meretas jalan untuk memberi tempat bagi orang Yahudi dan Katolik dalam tatanan masyarakat arus utama Amerika melalui upaya mereka mempertalikan kelompok-kelompok agama dalam masyarakat Amerika dengan penelitian dan lembaga pendidikan yang kuat dan terpandang.
 University of Notre Dame didirikan pada 1842 sebagai sebuah proyek Jemaat Salib Suci, yang dipimpin oleh Pendeta Edward Sorin pada masa puncak imigrasi orang Katolik dari Eropa. Belakangan, Brandeis University di Massachusetts yang menjadi universitas non-sektarian pertama yang disponsori orang Yahudi, dibuka pada 1948.
 Kini universitas-universitas ini dan lainnya memadukan kurikulum akademik mutakhir dengan visi religius untuk mengembangkan nilai-nilai universal, seperti keadilan sosial, kepada semua mahasiswa – terlepas dari latar belakang agama mereka. Zaytuna College berusaha mengembangkan visi yang sama pada mahasiswanya, yang bisa berasal dari semua agama. Zaytuna College berjuang menggali ajaran-ajaran dari al-Qur’an dan dari ajaran para ulama besar dalam sejarah, seperti Imam al-Bukhari, ulama hadis abad ke-9, dan Imam al-Ghazali, fukaha dan sufi abad ke-11.
 Sebagai perguruan tinggi Muslim, Zaytuna memikul beban tambahan untuk menghilangkan stereotipe tentang Islam. Mengingat meningkatnya Islamofobia dan penggambaran yang tak akurat tentang Islam sebagai ideologi penuh kekerasan, Zaytuna akan mendapatkan tempatnya di garda depan dialog publik untuk mengatasi masalah-masalah ini di semua tingkatan: intra-agama, antaragama dan antarkelompok.
 Zaytuna College akan mengomunikasikan ajaran dan amalan Islam ke publik Amerika yang lebih luas dan menjadi sumber informasi alternatif selain media siaran yang melanggengkan Islam satu dimensi. Ini akan bisa dilakukan dengan banyaknya artikel dan multimedia dalam situs perguruan tinggi ini tentang tema-tema seperti haji, koeksistensi dan keteladanan dalam Islam. Situs ini juga memungkinkan orang berinteraksi langsung dengan para civitas akademikanya.
 Untungnya, Zaytuna punya sarana untuk menjadi pusat pemahaman pemikiran dan praktik Islam melalui dosen-dosen kelas dunia, termasuk Syekh Hamza Yusuf, salah satu pendiri Zaytuna dan penasihat One Nation, suatu prakarsa nasional yang mendorong kesempatan kerja, kesetaraan dan pendidikan untuk semua orang, dan Imam Zaid Shakir, yang menjadi pembina New Islamic Directions, sebuah organisasi yang mendorong perspektif yang adil dan berimbang tentang Islam – juga melalui studi ilmu-ilmu sosial di samping bahasa Arab, fikih dan akidah.
 Zaytuna College memberikan pendekatan lintas bidang dan substantif untuk dipelajari dan diterapkan di sebuah era ketika fakta-fakta, khususnya tentang Islam, sering sekali dipahami keluar dari konteksnya. Dengan mencamkan hal itu, para lulusan Zaytuna College bisa melayani komunitas Muslim Amerika dengan menjadi para imam atau ustaz yang tersertifikasi dan mengatasi masalah-masalah seperti hak-hak perempuan dan aktivisme pemuda dalam masyarakat Muslim setempat.
 Melalui pendekatan uniknya dan para sarjananya, Zaytuna College punya potensi menjadi kendaraan otentik dan berharga bagi perdamaian dan kesalingmengertian yang membentuk abad ke-21. [Shazia Kamal, ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews)/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lewat Rekaman, Usamah Serukan Bantu Korban Banjir Pakistan
Tulisan selanjutnya Penusukan Jemaat Ahmadiyah di Bogor Mungkin Tidak Benar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?