Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Jerman Kritik RUU Anti Kawin Paksa Jerman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Jerman mengajukan paket tindak menyeluruh mengatasi kawin paksa dan pernikahan bohong-bohongan. Untuk pertama kalinya, kawin paksa akan ditetapkan sebagai pelanggaran dalam undang-undang.
Kursus integrasi bagi para imigran di Jerman wajib. Siapa yang tidak melakukannya harus dilaporkan ke badan berwenang. Pemerintah meningkatkan tekanan terhadap para penolak integrasi.
Juga untuk kawin paksa pemerintah Jerman ingin menetapkan isyarat tegas. Saat ini pun kawin paksa sudah diancam hukuman sampai lima tahun penjara dengan tuduhan pelecehan berat.
“Kami harus menegaskan bahwa kawin paksa tidak sesuai dengan tata nilai kami dan kami berkewajiban lebih besar dari sebelumnya untuk menjelaskan hal tersebut, ” ujar Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maizere.
Bagi Menteri Kehakiman Sabine Leutheusser-Schnarrenberger undang-undang baru memang berarti penetapan posisi lebih jelas. Tapi ia tidak melihat bahwa undang-undang tersebut memiliki efek yang membuat orang takut melakukan kawin paksa. Menteri kehakiman itu mengupayakan hak balik kembali yang lebih luas bagi korban kawin paksa.
“Jika justru karena itu mereka diculik, dipaksa pergi ke negara asalnya untuk dipaksa kawin di sana, mereka dapat mempergunakan hak mereka untuk kembali. Juga meskipun mereka tidak dapat membiayai hidupnya sendiri di Jerman,” papar Sabine Leutheusser-Schnarrenberger.
Partai oposisi menolak rencana pemerintah tersebut. Cem Özdemir ketua partai Hijau mengatakan, “Siapa pun yang melakukan kawin paksa tidak akan melihat lebih dulu undang-undang, melainkan melakukan hal itu karena merasa hal itu akan ditutupi oleh keluarga dan orang lain. Itulah yang harus kita dobrak dan kita hanya berhasil melakukannya bukan dengan menjadikannya simbol politis.”
Dalam kritik juga disebutkan, perbedaan budaya hanya dapat diatasi bersama-sama dengan pelaku yang bersangkutan.
Pusat Dewan Muslim Jerman mengkritik rancangan undang-undang dari pemerintah Jerman tersebut. Sekretaris Jenderal dewan tersebut, Nurhan Soykan, kepada harian Jerman Hamburger Abendblatt mengatakan, akan lebih bermanfaat jika dalam mengatasi kawin paksa dibicarakan bersama dengan warga muslim dan mencari solusinya bersama-sama. Dengan demikian akan lebih mudah mendekati keluarga-keluarga yang terlibat kawin paksa.
Bukan hukuman lebih keras tapi isyarat jelas dalam undang-undang. Kawin paksa di Jerman tidak ditolerir. Demikian hal yang ingin ditunjukkan pemerintah dalam debat berkepanjangan tentang kurangnya minat integrasi. Sebuah langkah yang masih harus dibuktikan dalam pelaksanaannya.[dwwd/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Keluarkan 80 Miliar Dolar untuk Perkuat Aksi Spionase
Tulisan selanjutnya Hasil Final Pemilu Bahrain: Salafi 4 Kursi, Ikhwan 3 Kursi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?