Hidayatullah.com–Kalah jadi abu, menang jadi arang. Mungkin pepatah ini bisa berlaku bagi kedua kelompok Sunni yang terlibat persaingan tajam di masa pemilihan umum Bahrain, yakni antara Salafi dan Ikhwan.
Sebagaimana dilansir alarabiya.net (31/10), setelah Pemilu putaran kedua usai, total jumlah kursi yang diperoleh Fraksi Al Mimbar Al Islami, yang mewakili gerakan Ikhwan 3 kursi. Sedangkan Fraksi Al Ashalah Al Islamiyah, yang mewakili Salafi juga harus puas dengan 4 kursi, setelah memperoleh tambahan 2 kursi dalam Pemilu putaran kedua.
Pada Pemilu putaran pertama Al Mimbar Al Islami tidak memperoleh kursi sama sekali, sedangkan Al Ashalah Al Islamiah memperoleh 2 kursi.
Ikhwan menderita kekalahan besar pada Pemilu kali ini, karena pada Pemilu sebelumnya mereka memperoleh 8 kursi. Sedangkan Salafi sebelumnya memperoleh 6 kursi, dan sekarang menjadi 4 kursi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua fraksi Sunni ini terlibat persaingan kuat, bahkan sampai pada tahapan saling memusuhi, sebagaimana diakui sendiri oleh Adnan Bumathi` salah satu calon Ikhwan yang gagal memperoleh kursi, sebagaimana dilansir aljazeera .net (28/10).
Pada Pemilu ini kedua fraksi memilih tidak berkoalisi, tidak seperti yang telah mereka lakukan pada Pemilu sebelumnya, hingga mereka memperoleh jumlah kursi lebih banyak dibanding Pemilu tahun ini. Sebaliknya, kelompok Syi’ah Bahrain malah mendulang banyak suara, hingga mereka berhasil menduduki 18 kursi perlemen. Sedangkan calon independen memperoleh 15 kursi.[tho/aby/jzr/hidayatullah.com]