Hidayatullah.com—Keamanan diperketat di Kabul pada Kamis (6/8/2020) dengan penambahan ribuan pasukan keamanan tambahan. Sementara ibu kota Afghanistan bersiap untuk menyelenggarakan pertemuan konsultasi akbar yang akan dihadiri para tetua terkait perdamaian dengan Taliban.
Dalam pernyataannya, kantor kepresidenan mengatakan semua persiapan telah dilakukan untuk menggelar pertemuan akbar dan tradisional “loya Jirga” – konsultasi tingkat tertinggi para tetua Afghanistan mengenai masalah yang sangat serius yang menjadi perhatian nasional. “Para partisipan Loya Jirga telah banyak yang tiba di Kabul. Konsultasi Loya Jirga untuk perdamaian akan dimulai pada Jumat dengan dibuka oleh pidato presiden,” juru bicara kepresidenan Sediq Seddiqi mengatakan dalam sebuah pernyataan dikutip Anadolu Agency.
Dia mengatakan pertemuan itu akan menentukan nasib 400 pemberontak dan masalah penting lainnya seperti perpanjangan genjatan senjata, perundingan intra-Afghanistan dan masalah lain yang terus menghalangi dimulainya perundingan yang diusulkan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban. Menanggapi pertemuan Loya Jirga itu, Taliban menuntut semua rintangan terhadap jalan perdamaian harus dihindari.
“Sangat penting bagi semua pihak memahami kebutuhan saat ini dan menahan diri dari menciptakan rintangan terhadap kesempatan saat ini,” kata pernyataan oleh kelompok itu pada hari Rabu (5/8).
Pejuang Taliban mengumumkan genjatan senjata tiga hari selama perayaan Idul Adha pada pekan lalu, yang disambut dan dibalas oleh pemerintah Afghanistan.*