Hidayatullah.com–Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kepulauan Mentawai Ory Sativa Syakban menyayangkan sikap dan pernyataan Marzuki Alie, politisi Demokrat sekaligus ketua DPR RI, yang malah menyalahkan korban musibah Mentawai.
“Kita tidak menyangka Marzuki Alie berbicara seperti itu, seolah-olah Marzuki tidak memiliki hati saja. Beliau harus meminta maaf kepada rakyat Mentawai. Pernyataan seperti itu harus beliau pertanggungjawabkan. Ini menandakan Marzuki Ali tidak memiliki kapabelitas dan kredibilitas sebagai Ketua DPR dan sebagai Wakil Rakyat,” kata Ory di Padang, Sabtu (30/10).
“Kita menghimbau rekan IPNU se-Indonesia, khususnya PP IPNU, agar mendesak Marzuki Alie meminta maaf kepada masyarakat Mentawai dan mengklarifikasi serta meralat pernyataannya,” tambahnya.
IPNU Mentawai juga menghimbau kepada rekan IPNU di seluruh Indonesia agar mendoakan korban gempa dan tsunami di Mentawai agar tetap sabar dan tabah menghadapi bencana.
“Kita sangat berharap doa dan dukungan moral dari seluruh rekan IPNU di mana saja berada. Cobaan ini sangat berat dan kami harus menghadapinya, semoga doa dan dukungan moril dari rekan-rekan IPNU se-Indonesia bisa memberikan arti yang luar bias bagi kami dalam menghadapi bencana ini,” kata Ory.
Sebelum ini, Marzukie mengomentari korban yang timbul akibat tsunami di Mentawai sebagai konsekuensi menetap di sana.
“Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah,” kata Marzuki di Gedung DPR seperti dikutip salah satu media online.
Ia mengatakan, siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. “Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau?”
Selain IPNU, warga Mentawai yang tergabung dalam Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat Sumatera Barat Lumbung Derma juga menyampaikan protes keras terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzukie Ali.
Pemrotes menilai, tanggapan Marzukie Alie yang dimuat sejumlah media online tidak pantas disampaikan oleh seorang ketua DPR. Mereka menuntut Ketua DPR ini untuk meminta maaf kepada keluarga korban, masyarakat Mentawai dan seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir-pesisir pantai. [nu/ant/ti/cha/hidayatullah.com]