Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Mau Terjebak AS, NATO akan Keluar dari Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam penutupan sidang tingkat tinggi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Lisbon, Portugal Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan Sekjen NATO Andreas Rasmussen menandatangani kesepakatan penarikan mundur tentara NATO dari Afghanistan. Acara penandatangan itu disaksikan oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon dan puluhan wartawan. “Hari ini menandai awal dari sebuah fase baru dalam misi kami di Afghanistan. kami akan segera merealisasikan proses dimana otoritas Afghanistan akan mengambil kepemimpinan bagi keamanan seluruh negeri, distrik ke distrik,” kata Rasmussen. Selama acara pertemuan puncak ini, pihak NATO juga akan bertemu dengan presiden Rusia, Dmitry Medvedev untuk membahas bantuan dari Rusia selama konflik di Afghanistan berlangsung terkait bantuan perisai anti rudal. Presiden Karzai, yang mulai menunjukkan ketidakpuasannya dengan AS dan komandan pasukan sekutu di Afghanistan. Berdasarkan kesepakatan ini, NATO akan menarik semua tentaranya dari Afghanistan paling lambat sampai akhir tahun 2014 setelah menyerahkan kendali keamanan di negara itu kepada pemerintah Kabul. Usai penandatangan kesepakatan itu, Sekjen NATO dalam jumpa pers bersama Sekjen PBB dan Presiden Afghanistan, mengatakan, mulai dari ini NATO akan memfokuskan misinya untuk melatih tentara Afghan. Diharapkan empat tahun kedepan, militer Afghanistan dapat menerima kendali keamanan seluruh negeri dari tangan NATO. Di balik penandatanganan kesepakatan tersebut, para petinggi Amerika Serikat (AS) dan NATO berusaha mengesankan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara berhasil menyukseskan misinya di Afghanistan, dan kini tinggal satu pekerjaan yang harus dilakukan yaitu melatih tentara Afghan untuk diserahi kendali keamanan di kemudian hari. Sejak AS membawa NATO ke sebuah misi lintas benua untuk pertama kalinya di Afghanistan, praktis NATO terjebak dalam sebuah lumpur air yang bisa membunuhnya. NATO dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit, keluar dari Afghanistan dengan rasa malu atau tetap bertahan dengan angka kerugian nyawa dan dana yang semakin meningkat. Sebab fakta di lapangan menunjukkan keberadaan pasukan asing hanya menambah derita rakyat Afghanistan. Ketidakamanan, pembunuhan warga sipil dan penangkapan tanpa alasan sudah menjadi fenomena sehari-hari. Dalam kesepakatan tersebut, NATO mengatakan akan menyerahkan urusan keamanan di Afghanistan sepenuhnya kepada otoritas setempat pada akhir 2014. Namun sebaliknya, pimpinan tentara sekutu menyatakan tidak akan meninggalkan negeri itu dalam rangka memerangi pejuang Taliban. [irb/voan/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Minta Pengiriman TKW Ditunda
Tulisan selanjutnya Inggris Pasang Jutaan Kamera Pengintai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Berita
15 Agustus 2026 10:23
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia

Terbaru

  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
  • PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
  • Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
  • Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
  • 70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
  • Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
  • Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?