Hidayatullah.com–kota Lleida sejak hari Kamis (9/12) menjadi kota pertama di Spanyol yang menerapkan larangan penggunaan burqa di gedung-gedung pemerintah.
Lleida kota yang terletak di timurlaut Katalonia telah menyetujui legislasinya pada bulan Mei silam, namun masalah prosedural menghambat implementasinya.
“Saya merasa bangga Lleida menjadi kota pertama di Spanyol yang mengatur larangan atas sesuatu yang mendiskriminasi wanita,” ujar Walikota Angel Ros kepada radio milik pemerintah, sebagaimana dikutip AP (9/12).
Populasi Spanyol 47 juta jiwa, sekitar 1 juta di antaranya Muslim. Kebanyakn Muslim tinggal di wilayah Katalona dan sebelah selatan Andalusia.
Di Lleida komunitas Muslim hanya sekitar 3% saja, dan hanya segenggam tangan yang benar-benar menggunakan burqa di tempat umum, atau dengan kata lain sangat jarang. Oleh karenanya, larangan tersebut bisa dikatakan sebuah simbol anti-Islam saja.
Sementara kota-kota lain, termasuk Barcelona, juga memberlakukan larangan burqa, namun belum diberlakukan secara efektif.
Kabarnya, Spanyol sedang mempertimbangkan peraturan berisi larangan terkait berbagai isu agama. Apakah juga berlaku larangan untuk kelompok Nasrani yang mendominasi negara itu? Kita tunggu saja.[di/ap/klj/hidayatullah.com]