Hidayatullah.com–World Assembly of Muslim Youth (WAMY) yang berpusat di Riyadh menandatangani nota kesepahaman dengan Muslim Aid, sebuah organisasi bantuan dan pembangunan internasional asal Inggris, pada hari Sabtu (26/2), guna memperkuat kerjasama dalam aktivitas bantuan global mereka.
Menurut salah seorang asisten sekjen WAMY Saleh Babaeer, kedua organisasi sepakat untuk saling mendukung mengingat kesamaan tujuan mereka.
“Keduanya juga akan saling bertukar buku, majalah dan publikasi lainnya,” ujarnya.
WAMY dan Muslim Aid akan membuat komite bersama untuk merencanakan, mengkoordinasikan dan mengkaji kegiatan-kegiatan mereka dan akan bertemu setiap saat diperlukan.
Pimpinan Muslim Aid Sir Iqbal Sacranie mengatakan bahwa organisasinya telah beroperasi di 70 negara selama 20 tahun terakhir.
“Kami telah melaksanakan banyak proyek besar untuk memerangi kemiskinan dan penyebabnya dengan pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Syed Sharafuddin, CEO Muslim Aid menjelaskan tiga tujuan utama organisasinya. “Kami berupaya mengurangi penderitaan orang miskin, memberikan pendidikan untuk semua dan membantu kaum dhuafa untuk mendapatkan kebutuhan dasar mereka.”
Pekan lalu, Muslim Aid mendandatangani nota kesepahaman dengan Organisasi Konferensi Islam yang beranggotakan 57 negara dan Bank Pembangunan Islam. Nota tersebut bertujuan untuk mengurangi penderitaan umat Islam dunia pada saat bencana dan dalam situasi darurat.
Muslim Aid didirikan pada tahun 1985 dan telah beroperasi di 70 negara dengan kantor di Bangladesh, Bosnia, Kamboja, Gambia, Indonesia, Iraq, Yordania, Kenya, Libanon, Pakistan, Somalia, Sri Lanka dan Sudan. Muslim Aid bekerja untuk semua orang yang membutuhkan tanpa memandang ras, agama, bangsa atau pandangan politik mereka.*