Hidayatullah.com–Kantor perwakilan PLO di Denmark telah berstatus diplomatik penuh, sehingga para stafnya memiliki kekuasaan penuh seperti negara-negara lainnya.
Kopenhagen mengumumkan kenaikan status perwakilan PLO di negaranya pada hari Rabu (9/3), menyusul langkah serupa yang dilakukan London, Dublin, Paris dan Stockholm.
Kantor berita WAFA sebagaimana dilansir Maan (10/3) melaporkan, menyambut perubahan tersebut, dalam sebuah konferensi pers di ibukota Denmark Presiden Mahmud Abbas mengatakan bahwa kenaikan status tersebut “mendukung kami secara politik dan diplomatik.” Hal itu membuktikan Denmark mendukung upaya perdamaian yang dilakukan Palestina.
Perdana Menteri Denmark Lars Rasmussen mengatakan, keputusan tersebut sejalan dengan dukungan negara itu atas pendirian negara Palestina dan elemen pentingnya adalah dengan mengimplemantasikan rencana dua tahun pendirian negara Palestina.
Abbas yang berkunjung ke Denmark usai dari Inggris kepada WAFA mengatakan, dia dan Rasmussen mendiskusikan isu sekitar proses perdamaian dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Timur Tengah belakangan ini, khususnya Libya.*