Hidayatullah.com–Universidad Complutense de Madrid akan meresmikan sebuah patung guna memperingati filsuf, astronom, ahli matematika sekaligus penyair Persia, Umar Khayyam.
Salah satu universitas tertua di Madrid, Spanyol, itu akan meresmikan patung pada tanngal 8 Mei, yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Umar Khayyam.
Atase kebudayaan Irak Amir Pourpezeshk dan wakil rektor Complutense bidang kebudayaan dan olahraga Juan Manuel Alvarez mendiskusikan rencana pemasangan patung itu pada pertemuan 5 April lalu.
“Sebagai seorang pakar, dapat saya katakan bahwa patung itu merupakan karya yang hebat, yang dengan sempurna menggambarkan kecemerlangan seorang Iran,” kata Pourpezeshk, seraya berharap hal itu akan mengawali kerjasama jangka panjang di bidang kebudayaan antara kedua negara.
Umar Khayyam atau nama lengkapnya Ghiyad ad-Din Abul-Fat’h Umar bin Ibrahim Khayyam, lahir di Naisaburi, sebelah timur laut Iran pada 18 Mei 1048.
Lewat karya-karyanya Khayyam termasuk generasi pertama tokoh Persia yang dikenal di luar negeri berbahasa selain Parsi. Terjemahan Edward FitzGerald atas karya yang dibuat tahun 1859 oleh Khayyam “Rubiyat” merupakan salah satu yang paling terkenal.
Khayyam ikut andil dalam reformasi Persia, antara lain lewat penyempurnaan kalender Persia yang dasarnya diambil dari kalender Hindu. Kalender yang yang dikenal dengan kalender Jalali itu sekarang dipakai di negara Iran.*