Hidayatullah.com–Abdullah mengumumkan pencopotan gelar pewaris tahta Kerajaan Jordania tersebut melalui tayangan televisi. Isi pengumuman itu sangat emosional. Dia mengatakan, keputusan membebaskan Pangeran Hamzah dari posisi putra mahkota dimaksudkan agar dia bisa memiliki keleluasaan untuk bekerja dan menjalankan misi yang menjadi tanggung jawabnya. “Ini untuk memberikan Anda (Hamzah) kemerdekaan dan mengambil alih misi atau tanggung jawab yang telah saya percayakan kepadamu,” ucap Abdullah.
Pengeran Hamzah yang kini berusia 24 tahun itu ditunjuk oleh Abdullah sebagai putra mahkota beberapa jam setelah ayah mereka, Raja Hussein, meninggal karena kanker Februari 1999 lalu.
Pencopotan gelar Hamzah tersebut dinilai tidak menghormati ayahnya, Raja Hussein. Sebab, sejak dulu, Raja Hussein lebih cocok jika Hamzah yang naik tahta dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Raja Hussein dikaruniai 11 anak dari empat kali pernikahannya. “Tapi, Abdullah dan saudaranya yang lain telah membuat kesepakatan untuk mengubah gelar putra mahkota tersebut. Saya yakin, Hamzah tidak hadir dalam pengambilan keputusan itu,” ujar seorang pejabat pemerintah yang tak mau disebut namanya.
Analis politik Labib Kamhawi menilai, manuver berani Abdullah itu membawa pesan khusus. Yakni, dia ingin mengatakan kepada setiap orang bahwa dialah yang memegang kendali kerajaan.
Selama ini, ketidakcocokan antara Abdullah dan Hamzah begitu rapi tersimpan. Hal tersebut tidak sampai tercium publik. Bahkan, Abdullah pada Mei lalu menyelenggarakan resepsi kenegaraan besar-besaran ketika keluarga kerajaan secara resmi merayakan pernikahan Hamzah. Tak hanya itu, Abdullah seringkali memberi ucapan hangat kepada Hamzah di depan publik.
Berbagai spekulasi atas keputusan itu langsung merebak. Mahmoud Kharabsheh, anggota parlemen, mengatakan bahwa pergantian putra mahkota itu dibenarkan oleh konstitusi. Menurut konstitusi, kata dia, pewaris tahta Kerajaan Jordania adalah anak tertua Abdullah, Pangeran Hussein, yang kini berusia 10 tahun. Atau, bisa juga ke saudara paling tua Abdullah, Pangeran Faisal. Yang jelas, itu bukan kepada Hamzah. Sumber yang dekat dengan raja mengatakan, manuver tersebut tidak memiliki tendesi politik macam-macam.
Lantas, siapakah pengganti Hamzah? Abdullah dipastikan belum akan mengumumkan putra mahkota yang baru dalam waktu dekat ini. Pangeran Hamzah adalah putra Raja Hussein dari istri keempatnya, Ratu Noor, yang dinikahi pada 1978. Noor adalah wanita kelahiran New York dengan nama Lisa Halaby. Sementara itu, Abdullah adalah putra Hussein dari istri keduanya asal Inggris, Antoinette Gardiner, atau dikenal sebagai Putri Muna. (AP/jp)