Hidayatullah.com–Usamah bin Ladin dalam keadaan bersenjata ketika dibunuh oleh pasukan AS di Pakistan, sementara Islamabad memang tidak diberitahu saat penggerebekan atas kasus pemimpin Al-Qaidah itu, para pejabat Amerika mengatakan Selasa (3/5).
Dalam komentar paling terbuka dari pemerintahan Presiden Barack Obama sejak Usamah ditembak mati pada Minggu malam, Direktur CIA Leon Panetta secara terang-terangan menyebutkan ada jurang ketidakpercayaan dengan para sekutu ‘perang melawan teror’.
“Diputuskan bahwa setiap upaya untuk bekerja dengan Pakistan bisa membahayakan misi,” katanya kepada majalah Time dalam sebuah wawancara. “Mereka mungkin bisa membangunkan kewaspadaan target kita,” tambahnya dalam pernyataan yang tegas dan terus terang.
Para pejabat AS berdebat, apakah akan menyiarkan foto ‘mengerikan’ untuk membuktikan Usamah sudah mati. Perdebatan itu terkait antara melawan ‘dalang teror’, serta dalam kondisi yang bersangkutan tidak bersenjata.
“Di ruang bersama dengan bin Laden, ada seorang perempuan – istri bin Laden – yang panik saat penyerang itu. Ia ditembak di kaki, tetapi tidak dibunuh,” kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney. “Bin Laden kemudian ditembak dan dibunuh. Dia tidak bersenjata.”
“Tim elit Seal Angkatan Laut itu memang berada pada ‘misi membunuh,’ berarti berada di bawah perintah untuk tidak mengambil Usamah hidup-hidup,” kata Carney. Ia mengatakan telah terjadi ‘baku tembak cepat’, dan juga menegaskan, “Kami siap untuk menangkap dia kalau itu mungkin.”*