Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arsip: Masih Bujang Pangeran Charles Tidak Bisa Jadi Gubernur Jenderal Australia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2020 12:50 12:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2020 12:50
Bagikan
Pangeran Charles dan ibunya Ratu Elizabeth II.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratu Elizabeth II tidak akan menyetujui penunjukan Pangeran Charles sebagai gubernur jenderal Australia setidaknya sampai dia memiliki istri, demikian menurut dokumen lawas Australia yang baru dipublikasikan belum lama ini.

Pembicaraan tentang kemungkinan pengangkatan Pangeran Charles itu, menyusul pembubaran pemerintahan pimpinan PM Australia Gough Whitlam tahun 1975, dibahas oleh sekretaris pribadi Ratu Inggris, Sir Martin Charteris, dalam sebuah surat tahun 1976 yang ditujukan kepada gubernur jenderal Australia kala itu Sir John Kerr.

“Menurut saya satu poin yang kita semua harus ingat adalah saya tidak yakin Ratu akan merestui Pangeran Charles menjadi gubernur jenderal Australia sampai dia memasuki kehidupan mapan pernikahan,” tulis Charteris seperti dilansir The Guardian Selasa (14/7/2020).

“Tak seorang pun yang lebih mengetahui dari Anda betapa pentingnya bagi seorang gubernur jenderal untuk memiliki seorang wanita pendamping di sisinya dalam mengemban tugas-tugasnya. Dengan demikian, prospek bagi Prince of Wales untuk menjadi gubernur jenderal Australia masih belum tampak dalam waktu dekat ini,” tulis Charteris.

Dalam sebuah surat lanjutan Charteris berkata, “Selain pertimbangan kehidupan mapan pernikahan, seperti yang telah saya sebutkan dalam surat sebelumnya, akan sangat sulit bagi Pangeran Charles untuk menjadi gubernur jenderal sampai masalah-masalah konstitusional dipecahkan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pangeran Charles menikahi seorang wanita cantik dari keluarga besar bangsawan Inggris Lady Diana Spencer lima tahun kemudian, pada 1981.

Rencana putra sulung Ratu Elizabeth II itu untuk membeli properti di negara bagian New South Wales pada tahun 1974 juga dibatalkan dengan alasan “waktunya tidak tepat”, mengingat Inggris ketika itu sedang mengalami masalah perekonomian.

“Mengenai hal yang berkaitan dengan pembelian properti di Australia oleh Prince of Wales bukanlah merupakan masalah baik dari sisi politik maupun legal bagi Kerajaan Inggris. Sepengetahuan saya demikian pula halnya bagi Australia. Itu merupakan proyek yang sangat diidamkan Pangeran Charles, dan salah satu yang akan, saya yakin, sangat berharga dalam konteks monarki di Australia,” tulis Charteris.

“Akan tetapi, rasanya, masyarakat di negeri ini akan salah memahami keputusan Prince of Wales untuk membeli sebuah properti di kala kesulitan ekonomi yang besar sedang melanda Kerajaan Inggris dan ketika perumahan merupakan masalah terburuk yang dihadapi rakyat kebanyakan,” imbuhnya. 

“Di masa modern tidak pernah ada ‘waktu yang baik’ bagi anggota keluarga kerajaan untuk membelanjakan uang, kalau bisa saya katakan ini mungkin waktu yang terburuk,” kata Charteris, tentang pembelian properti oleh seorang pangeran ketika negerinya menghadapi krisis ekonomi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaDiana Spencergubernur jenderalinggrisPangeran CharlesPrince of Wales
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bebas dari Tahanan, Pengkritik Beijing Prof Xu Dipecat Universitas Tsinghua
Tulisan selanjutnya Kemenag: Sepertinya Mayoritas Jamaah Pilih Tak Ambil Kembali Setoran Pelunasan Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?