Hidayatullah.com–Menurut pernyataan Kementerian Intelijen Iran, tiga puluh tersangka mata-mata yang bekerja untuk Amerika Serikat telah ditahan dan 42 anggota mata-mata CIA diidentifikasi terlibat dalam jaringan itu.
Jaringan yang dibentuk sejumlah mata-mata CIA di beberapa negara itu berusaha untuk menjebak warga bekerja untuk CIA dengan cara merayu mereka lewat pemberian visa, izin tinggal permanen di Amerika Serikat, memberikan pekerjaan dan juga pendidikan.
Sebagaimana dilansir PressTV (21/5), pernyataan itu menyebutkan bahwa mata-mata CIA menjaring informasi dari universitas-universitas, pusat penelitian sains di bidang energi nuklir, antariksa, pertahanan dan industri bioteknologi.
Mereka juga mengumpulkan informasi rinci tentang jalur pipa gas dan minyak, jaringan telekomunikasi dan listrik, bandara udara dan pabean, sistem keamanan bank dan komunikasi, lewat kedutaan Amerika Serikat di banyak negara, khususnya Uni Emirat Arab, Turki dan Malaysia.
Bulan Januari, Kementerian Intelijen Iran membongkar jaringan mata-mata Zionis-Israel dan menangkap tersangka utama dalam kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Dr. Massoud Ali-Mohammadi.
Tahun 2010, Iran menahan tujuh orang yang terkait dengan intilijen Zionis-Israel, yang terlibat dalam aksi kontrarevolusi dan membocorkan informasi tentang lembaga-lembaga hukum, militer dan antariksa Iran kepada musuh.*