Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahunan Bertarung Hukum karena Dituduh Bantu Organisasi “Teroris” Palestina, Seorang Profesor Dideportasi dari Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Februari 2015 09:22 9:22 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Februari 2015 09:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang mantan profesor di sebuah universitas di Florida, Amerika Serikat, pekan ini dideportasi setelah bertahun-tahun bertarung di pengadilan membantah tuduhan dirinya membantu sebuah organisasi “teroris” Palestina.

Sami Al-Arian meninggalkan Amerika Serikat hari Rabu malam (4/2/2015) dengan menumpang pesawat komersial dari Washington Dulles International Airport di Virginia, kata departemen Keamanan Dalam Negeri AS lewat sebuah pernyataannya, dikutip Reuters (7/2/2015).

Al-Arian terbang menuju Turki, demikian menurut tulisan yang dimuat dalam blog penasihat hukumnya, Jonathan Turley.

Kasus Al-Arian, mantan profesor ilmu komputer di University of South Florida di Tampa, itu sempat mendapatkan perhatian internasional. Pasalnya, kasus tersebut menguji kekuatan pemerintah Amerika Serikat dalam penerapan Patriot Act, undang-undang yang dipakai Gedung Putih untuk memburu orang-orang yang dituduh sebagai teroris atau pendukungnya di manapun mereka berada dengan alasan demi keamanan negaranya.

Al-Arian ditangkap tahun 2003 dengan tuduhan memberikan uang kepada kelompok Jihad Islam, sebuah organisasi pejuang Palestina yang dimasukkan ke dalam daftar kelompok teroris oleh Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di pengadilan juri membebaskan 8 dakwaan dari total 17 dakwaan atas Al-Arian, dan tidak mencapai kesepakatan dalam memutuskan dakwaan yang tersisa. Perlu diketahui, dalam sistem peradilan dengan juri, vonis bersalah/tidak ditentukan para anggota juri lewat pemungutan suara tertutup (rahasia) dan hakim hanya mengetok palu memberikan vonis hukuman. Hakim tidak bisa menghukum terdakwa jika juri tidak mencapai kesepakatan apakah terdakwa bersalah atau tidak.

Tahun 2006, Al-Arian kemudian mengajukan pengakuan bersalah atas satu dakwaan, yaitu berkonspirasi memberikan bantuan kepada organisasi pejuang Palestina tersebut. Dia setuju untuk dideportasi setelah menjalani masa hukumannya.

Namun dalam perkembangannya, Al-Arian dijegal lagi secara hukum oleh kejaksaan Amerika di wilayah Virginia. Tahun 2008, dia didakwa melakukan pelecehan terhadap lembaga peradilan karena menolak untuk bersaksi di kasus terpisah lainnya. Namun, dakwaan itu kemudian dibatalkan pada bulan Juni.

Dalam blognya, Turley, pengacara yang mendampingi Al-Arian dalam pertarungan hukumnya di Amerika Serikat menulis bahwa kasus kliennya mengambarkan bagaimana bermasalahnya proses hukum yang ada, serta isu-isu kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat.

Turley mengatakan Al-Arian sepertinya masih akan terus menulis dan mengajar di Turki, meskipun tidak diketahui di mana dia akan mengajar nantinya.

Di dalam blognya Turley juga menuliskan pernyataan dari Al-Arian, yang mengatakan bahwa meskipun perjalanan panjang dan berliku serta berbagai kesulitan dan kesusahan harus dialami oleh keluarganya akibat kasus itu, dia pergi dengan tanpa membawa kegetiran atau kebencian dalam hatinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kanada Kembali Memperbolehkan Dokter Bantu Pasien Bunuh Diri
Tulisan selanjutnya Inggris Habiskan Rp192 Miliar Cuma untuk “Tongkrongin” Julian Assange di Kedubes Ekuador

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?