Hidayatullah.com–Pakistan telah meminta Inggris untuk menarik pulang sebuah tim pelatih militernya, terkait isu keamanan pasca pembunuhan Usamah bin Ladin oleh pasukan elit Amerika Serikat awal Mei lalu.
“Ya mereka diminta pulang karena alasan keamanan,” kata jurubicara militer Pakistan Mayor Jenderal Athar Abbas kepada AFP, Senin (27/6).
Anggota pasukan militer Inggris yang diminta pulang berjumlah delapan belas orang.
Bulan ini Amerika Serikat juga mengurangi jumlah pelatih miiternya atas permintaan Islamabad.
Menteri Pertahanan Inggris berkata, “Inggris telah diminta untuk menarik sejumlah tim pelatihnya untuk sementara waktu oleh pemerintah Pakistan, karena alasan keamanan.”
Menlu Inggris William Hague menggarisbawahi bahwa keahadiran mereka di Pakistan adalah atas undangan pemerintah setempat.
Islamabad meminta Inggris menarik pelath militernya hanya 4 hari setelah William Hague mengakhir kunjungannya ke Pakistan, guna membicarakan kerjasama militer di antara kedua negara.
Menurut laporan Guardian, pelatih militer Inggris itu bertugas melatih pasukan paramiliter Pakistan di Balukhistan, yang disuruh bertempur melawan pasukan Taliban di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan.
Hubungan Pakistan dengan sekutu-sekutu Baratnya memburuk setelah Amerika Serikat mengklaim berhasil membunuh Usamah bin Ladin di Abottabad. Klaim Amerika itu membuat malu pemerintah Pakistan, karena seakan tidak kompeten dalam memerangi kelompok Al-Qaidah yang menjadi musuh bersama negara-negara Barat.
Amerika Serikat pekan lalu mengatakan bahwa mereka telah selesai mengurangi jumlah personil pelatih militernya dari 130 menjadi kurang dari 40 orang.*