Hidayatullah.com–Menteri Perminyakan Mesir Abdullah Gharab mengatakan bahwa rancangan akhir untuk perubahan harga ekspor gas alam ke Israel akan segera selesai.
Gharab, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, mendesak negara-negara yang mengimpor gas dari Mesir agar setuju membayar harga yang besar lagi dari harga yang mereka bayar sekarang.
Dia menujukkan bahwa kenaikan harga tersebut juga demi kepentingan negara-negara pengimpor agar memungkinkan bagi Mesir untuk memberikan jumlah yang dibutuhkan oleh negara-negara tersebut.
Gharab juga mengatakan bahwa beberapa hari mendatang akan diselesaikan rancangan akhir dari semua kontrak ekspor gas dengan harga yang sepadan dengan harga gas internasional.
Sedangkan mengenai ekspor kembali gas alam ke Israel melalui pipa yang menghubungkan kedua negara, Gharab menegaskan bahwa langkah itu masih menggantung sejak pemboman yang ditargetkan akhir bulan lalu.
Sejak digulingkannya Presiden Mesir Hosni Mubarak pada bulan Februari lalu, pipa gas yang menghubungkan Mesir dengan Israel di Semenanjung Sinai telah lima kali menjadi sasaran serangan bom. Serangan tersebut diyakini berasal dari orang-orang yang menentang penjualan gas Mesir kepada Israel.
Pemerintah Mesir juga berusaha menguatkan pendiriannya atas Israel untuk melakukan negosiasi ulang mengenai ketentuan penjualan gas. Kesepakatan harga penjualan gas kepada Israel sebelumnya berada di bawah harga pasar.
Israel menerima gas alam dari Mesir sebanyak 40% dari kebutuhannya terhadap gas di bawah kesepakatan tahun 2005.
Mesir juga berusaha untuk menegosiasi ulang harga ekspor gas ke Yordania yang juga sempat terganggu pasokannya.*