Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lawan Politik An-Nahda Akui Kekalahan

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 25 Oktober 2011 07:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meskipun hasil pemilihan umum Tunisia pada Ahad kemarin belum diumumkan, namun kemenangan An-Nahda telah diakui oleh lawannya, Partai Progresif Demokrat (PDP).

Pemimpin PDP Maya Jibri, yang partainya diperkirakan akan berada di urutan kedua, Senin (24/10/2011), mengatakan bahwa partainya akan menjadi oposisi di parlemen yang nantinya akan menulis ulang konstitusi negara Tunisia. Dan ia menerima apa yang menjadi pilihan rakyat Tunisia.

Walaupun ada janji dari An-Nahda bahwa mereka tidak akan mengusung hukum syariah atau melenyapkan hak-hak wanita, tapi PDP dan partai sekuler lainnya mencurigai An-Nahda. Mereka mengatakan bahwa An-Nahda punya agenda tersembunyi untuk menerapkan hukum syariah di Tunisia.

PDP diperkirakan menempati urutan keempat dengan perolehan sekitar 15-20 kursi di parlemen. Ketiga CPR dengan 20-30 kursi dan Ettakol di tempat kedua dengan 25-40 kursi.

An-Nahda yang sedari awal yakin mendapatkan sedikitnya 40 persen suara, mengatakan kepada Arab News bahwa dengan berkoalisi bersama Partai Kongres Republik (PCR) mereka akan menguasai lebih dari 110 dari total 217 kursi di parlemen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jika An-Nahda menang, berarti ia memiliki kekuasaan untuk menunjuk presiden Tunisia yang baru dan pemerintahannya, serta mengamandemen konstitusi negara sesuai kehendaknya.

“Semua kartu sekarang ada di An-Nahda,” kata Nasaruddin Dargouth, yang gagal memperoleh kursi untuk PDP di daerah pemilihan Manouba, pinggiran ibukota Tunis.

Kemenangan An-Nahda juga mengisyaratkan Tunisia akan menerapkan demokrasi palementer dan bukan presidensial. Sebab An-Nahda menginginkan presiden dapat dikontrol dan ditunjuk oleh parlemen. Atau dengan kata lain, presiden utamanya hanya menjadi symbol negara, seperti yang diterapkan oleh Jerman dan Italia.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Qadhi al-Fadhil, Sosok Penting dalam Perang Salib [1]
Tulisan selanjutnya Kesuksesan Hamas Bikin Zionis Shock

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Berita
11 Juni 2026 13:00
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh

Terbaru

  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?