Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anwar Ibrahim Menuntut Pemerintah yang Membiarkan Masuknya Agen Mossad di Malaysia

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2022 14:14 2:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Oktober 2022 15:00
Bagikan
Anwar Ibrahim (Reuters)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin politisi Pakatan Harapan (PH) Datuk Seri Anwar Ibrahim menuntut pemerintah memberikan penjelasan terkait dugaan pelaksanaan operasi oleh agen intelijen ‘Israel’ (Mossad) di negara itu baru-baru ini.

Hal ini mengikuti pengungkapan yang dibuat oleh media lokal pada hari Selasa tentang masuknya agen dari badan intelijen nasional ‘Israel’ yang diduga bertujuan untuk menculik seorang warga negara Palestina.

Anwar yang juga mantan Wakil Perdana Menteri mengatakan, Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hamzah Zainudin dan Menteri Senior Pertahanan Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein perlu memberikan penjelasan terkait masalah ini.

“Saya menuntut penjelasan dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan mengapa operasi militer yang berbasis di ‘Israel’, yang merupakan mesin intelijen ‘Israel’, dibiarkan terus berkeliaran di sekitar negara kita, terutama di Kuala Lumpur.

Insiden penculikan warga Palestin yang berada di Malaysia oleh ejen Mossad baru-baru ini amat membimbangkan.#KitaBoleh #MalaysiaBangkit pic.twitter.com/IWe5BXEQWp

— Anwar Ibrahim (@anwaribrahim) October 18, 2022

“Pada tahun 2018, ketika Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mengetahui bahwa seorang mahasiswa PhD Palestina di Universitas Islam Internasional Malaysia (UIAM) telah dibunuh secara brutal oleh agen Mossad,” katanya dalam sebuah pernyataan melalui akun twitter @anwaribrahim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“…Apa jaminan keamanan negara kita jika masih ada operasi musuh negara kita, Mossad yang berbasis di ‘Israel’ masih berkeliaran di negara kita,” katanya dalam sebuah pernyataan melalui video singkat yang dikutip Sinar Harian hari Selasa.

Menurut laporan tersebut, Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) dikatakan telah berhasil membongkar jaringan intelijen ‘Israel’, Mossad di Malaysia. Masalah ini terungkap ketika dua warga Malaysia diyakini telah ditangkap karena diduga terlibat dalam penculikan seorang warga Palestina pada akhir September.

Seorang wanita lokal berusia 30 tahun diyakini telah dilatih sebagai detektif swasta di Prancis sebelum direkrut oleh agen Mossad sebelum 2018 dan diduga mendalangi jaringan intelijen ‘Israel’ di negara tersebut. Mengomentari laporan tersebut, Hamzah pada Selasa mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (KDN) sedang memeriksa tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa pengamatan dilakukan secara komprehensif.

Ia mengatakan, penangkapan akan segera dilakukan jika diperlukan. Pada tahun 2018, seorang warga Palestina yang juga seorang imam dari negara itu ditembak mati di area pejalan kaki di luar sebuah kondominium di Jalan Gombak, Setapak, di sini sambil berjalan menuju surau untuk menunaikan shalat Subuh.

Dalam peristiwa itu, dua tersangka pengendara sepeda motor BMW melepaskan tembakan jarak dekat ke arah Fadi yang juga dosen British Malaysian Institute Universitas Kuala Lumpur (UniKL BMI), yang diduga sebagai agen Mossad di Malaysia. Insiden penculikan warga Palestina di Malaysia oleh agen Mossad baru-baru ini dinilai sangat mengkhawatirkan.

Operasi yang gagal

Sebelumnya telah diberitakan The New Straits Times, Mossad telah menyewa agen berupa sekelompok orang Malaysia yang ditugaskan untuk menculik seorang programmer komputer Palestina yang diyakini zionis telah bekerja untuk Hamas.

Belakangan ternyata mereka mungkin telah menculik orang yang salah, hanya salah satu dari beberapa kesalahan ceroboh yang dilakukan oleh sang operator bayaran. “Para operator yang melakukan penculikan mungkin memiliki miskomunikasi dengan penghubung ‘Israel’ mereka dan beberapa orang Malaysia lainnya yang menunggu di chalet karena mereka ceroboh dan membiarkan orang Palestina lainnya pergi … penangkapan yang berharga,” harian itu mengutip sumber yang mengetahui insiden tersebut.

Polisi menggerebek ruangan di tengah interogasi dan menangkap sekitar lusinan pria Malaysia yang diyakini telah disewa oleh Mossad (Sinar Harian)

Laporan itu mengatakan para pelaku mencegat dua pria Palestina di dekat sebuah mal di Jalan Yap Kwan Seng. Mereka kemudian menyerang salah satu dari mereka, Omar ZM Albelbaisy Raeda, 31 tahun. Para penculik bayaran kemudian membawa Omar pergi, memperingatkan temannya untuk tidak ikut campur.

Identitas teman Omar belum diketahui. Namun, dia segera melapor ke polisi dengan rincian kendaraan para penculik.

Polisi lalu melacak mobil penculik ke sebuah rumah di Kuala Langat, Selangor, di mana para pelaku sedang melakukan penyiksaan dan interogasi sambil menerima instruksi dari bos ‘Israel’ mereka melalui panggilan video, menurut harian itu.

Polisi menggerebek ruangan di tengah interogasi dan menangkap sekitar lusinan pria Malaysia yang diyakini telah disewa oleh Mossad. Pekan lalu, 11 orang didakwa menculik Omar, semuanya menghadapi hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Mereka adalah Edy Ko’im Said, Mohamad Norakmal Hassan, Dody Junaidi, Tengku Arif Bongsu Tengku Hamid, Mohamad Naziree Mustapha, Faizull Hardey Mohd Isa, Muhammad Iqmal Abdul Rahis, Mohamad Sufian Saly, Muhammad Al Hatim Mohd Fauzi, Raibafie Amdan dan Nidarah Zainal.

Insiden terbaru ini mengingatkan pada serangan 2018 terhadap seorang aktivis Palestina terkemuka, Fadi al-Batsh, yang ditembak mati di Kuala Lumpur oleh dua penyerang yang diyakini sebagai agen Mossad. ‘Israel’ seringkali melakukan operasi militer rahasia terhadap warga Palestina di luar negeri.

Tahun lalu, laporan yang mengutip televisi ‘Israel’ mengatakan Zionis telah memerintahkan dinas rahasianya Shin Bet dan Mossad “untuk melenyapkan pejabat tinggi Hamas di dalam dan di luar negeri”, menyebut Malaysia bersama Iran, Turki dan Qatar sebagai negara yang membantu Hamas.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agen mossad MalaysiaHAMASMalaysiaMata-Mata Israeloperasi agen mossadpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapolri Ajak Polisi Teladani Sifat Rasulullah: Jujur, Amanah, Bijaksana, Sederhana, Tak Hedonis
Tulisan selanjutnya Ketua Tastafi Banda Aceh Raih Penghargaan Hermes Palace

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?