Hidayatullah.com–Pemerintah Amerika Serikat hari Senin (31/10/2011) mengumumkan, bahwa mereka menangguhkan pembayaran konstribusi ke lembaga pendidikan dan budaya PBB, UNESCO, terkait penerimaan Palestina sebagai anggota penuh di lembaga tersebut.
“Kami seharusnya melakukan pembayaran 60 juta dolar kepada UNESCO pada bulan Nopember, dan kami tidak akan membayarnya,” kata Victoria Nuland, jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam keterangan pers hariannya.
Keputusan itu merupakan tanggapan dari hasil pemungutan suara oleh 193 negara anggota UNESCO dalam konferensi umumnya di Paris, Prancis, yang meloloskan Palestina sebagai anggota penuh.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 107 dari 193 negara anggota UNESCO, memberikan suaranya untuk keanggotaan Palestina. Sementara 14 negara menolak dan 52 negara abstain.
Tindakan UNESCO yang menerima Otoritas Palestina sebagai salah satu anggota penuhnya “disesalkan” dan “terlalu dini”, kata Nuland, seperti dikutip Xinhua (01/11/2011).
Sebelumnya, jurubicara Gedung Putih Jay Carney menyebut keputusan UNESCO itu terlalu dini dan mengacaukan proses perundingan damai antara Palestina dan Israel.
Kontribusi finansial yang diberikan Amerika Serikat kepada UNESCO mencakup 20% dari total kontribusi yang diberikan negara-negara anggota kepada lembaga dunia itu.*