Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gadis Afghanistan Incar Emas Tinju Olimpiade

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 2 Januari 2012 13:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua orang kakak-beradik Shabnam dan Sadaf Rahimi, sedang berlatih keras di sebuah sanana tinju sederhana di Afghanistan. Namun, cita-cita mereka tidak sederhana, yaitu meraih emas olimpiade cabang tinju wanita.

“Menjadi seorang petinju adalah impian saya. Awalnya ayah saya tidak setuju. Beliau bilang anak perempuan seharusnya tidak bertinju,” kata Sadaf kepada Reuters.

“Setelah saya mendapatkan medali pertama, beliau mengubah pendapatnya,” imbuh Sadaf, sambil terengah-engah setelah meninju samsaknya.

Tiga kali seminggu, gadis berusia 18 tahun itu berlatih bersama saudara perempuannya di stadion Ghazi.

Walaupun sebuah stadion, sasana tinju di sana sederhana. Di tempat latihan hanya ada empat samsak. Cermin-cerminnya pecah, lantainya beton beralaskan karpet lapuk berwarna merah muda dan hijau. Beberapa gadis yang sedang berlatih terlihat pengenakan penutup wajah agar terhindar dari debu lantai yang beterbangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Konon, stadion tersebut dulu pernah dijadikan Taliban sebagai lokasi pemberian hukuman di depan publik bagi para pezina.

Mendengar cerita seram tentang tempat itu, membuat Sadaf terkadang merinding ketakutan.

“Keluarga saya melarikan diri ke Iran saat Taliban berkuasa … Saya mendengar bahwa perempuan di bunuh di tempat ini dan kadang-kadang saat berlatih sendirian di stadion saya ketakutan,” cerita Sadaf.

Saat Taliban berkuasa, perempuan tidak bisa berolahraga di tempat umum, apalagi menjadi atlet. Masyarakat luas pun masih menilai tabu jika perempuan menjadi olahragawan.

Maka tidak heran, jika sekarang terlihat sejumlah anak laki-laki ingin tahu seperti apa anak perempuan berolahraga. Mereka mengintip dari jendela, memperhatikan para gadis yang sedang melayangkan tinjunya ke kantong-kangtong samsak.

Namun ada juga yang tidak sekedar penasaran, tapi lebih nekat.

“Dua tahun lalu seseorang menelepon ayah saya… dan dia mengancam akan menculik atau membunuh saya jika beliau membiarkan kami berlatih,” kata Shabnam, 19 tahun.

Akibatnya, mereka tidak berlatih selama satu bulan, sampai pelatih mereka menyediakan transportasi untuk mereka. Latihan di sasana pun dibatasi, hanya dilakukan jika ada jaminan keamanan dari aparat.

Tim tinju wanita Afghanistan dibentuk oleh komite olimpiade negeri atap dunia itu pada tahun 2007. Tujuannya, mendorong remaja-remaja putri agar berani memperjuangkan cita-cita mereka.

“Kami ingin menunjukkan pada dunia bahwa perempuan Afghanistan juga bisa menjadi pemimpin, bahwa mereka bisa melakukan apapun, bahkan bertinju,” kata Muhammad Saber Sharifi, pelatih tim putri.

Walaupun mendapat dukungan finansial dari Komite Olimpiade Afghanistan, pemerintah setempat dan Cooperation for Peace and Unity, tapi peralatan penunjangnya masih terbatas.

Pada Olimpiade 1012 di London, cabang tinju wanita untuk pertama kalinya akan dipertandingkan. Meskipun belum ada atlet Afghanistan yang pernah meraih medali di olimpiade, namun keberhasilan atlet Rohullah Nikpai meraih perunggu di cabang taekwondo di Beijing 2008 menjadi pemicu semangat para gadis petinju itu.

“Saya ingin menjadi seorang petinju yang baik agar dapat memberikan kebanggaan lebih banyak bagi negara saya. Impian saya adalah mengibarkan bendera Afghanistan, untuk negara saya,” kata Shabnam.

Kedua gadis kakak beradik itu bercita-cita berbagi podium juara. Paling tidak, mereka sudah memiliki modal untuk menjadi juara dunia. Shabnam meraih medali emas dalam kompetisi di Tajikistan tahun 2011, sementara adiknya mendapatkan medali perak.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya OKI Menentang Militer Asing di Suriah
Tulisan selanjutnya Zuccotti Park Dikuasai Occupy Wall Street Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?