Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Beijing Diselimuti Kabut Asap, Ribuan Pabrik Diminta Tutup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Desember 2015 20:10 8:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Desember 2015 20:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—China memerintahkan ribuan pabrik untuk menghentikan operasinya, setelah beberapa hari terakhir Beijing diselimuti kabut asap yang angkanya mencapai 24 kali lipat batas yang diperbolehkan.

Dilansir koran pemerintah China Daily hari Selasa (1/12/2015), pemerintah Beijing memerintahkan 2.100 industri berpolusi tinggi, sementara pabrik-pabrik lainnya diperintahkan untuk mengurangi pekerjaannya secara signifikan. Warga diminta sebisa mungkin tinggal di dalam rumah dan lalu lintas penerbangan membatalkan 30 jadwal dari Beijing dan Shanghai.

Lapisan kabut asap membatasi jarak pandang hingga hanya beberapa ratus meter saja dan menimbulkan bau tidak sedap, sehingga banyak warga menggunakan penutup hidung dan mulut ketika keluar rumah. Akibat kabut asap yang tebal dan minimnya jarak pandang, sejumlah ruas jalan di luar ibukota juga ditutup, kata Kementerian Transportasi China.

Sekolah-sekolah diminta menjaga siswa-siswanya agar tetap berada di dalam ruangan kelas, sementara sebuah sekolah harus tutup hari ini.

Kualitas udara di Beijing semakin memburuk sejak 27 November. Hari Ahad (29/11/2015), untuk pertama kalinya dalam kurun dua tahun terakhir, ibukota mendapatkan peringatan kabut asap warna jingga, simbol warna kedua polusi udara paling berbahaya. Keadaan di Beijing sebelah selatan paling buruk, di mana partikel terkecil di udara berdiameter 2,5 mikron mencapai kepadatan 900 mikrogram per meter kubik. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan untuk menghindari bahaya kerusakan pada paru-paru, konsentarasi partikel terkecil di udara itu tidak boleh melebihi 25 mikrogram.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keadaan polusi udara di China yang buruk beberapa terakhir ini bersamaan dengan keikutsertaan negeri tirai bambu itu dalam Konferensi Perubahan Iklim di Paris, yang dimulai awal Desember ini.

Presiden China Xi Jinping berjanji akan mengambil tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, seraya menegaskan bahwa dia tidak yakin negara-negara miskin harus mengorbankan pertumbuhan ekonominya guna memangkas emisi gas rumah kaca mereka.

Keadaan lingkungan, terutama udara, di China semakin memburuk seiring dengan pertumbuhan pesat sektor industri dan meluasnya kepemilikan kendaraan motor kurun 10 tahun terakhir. Bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang melonjak tinggi, kota-kota di China termasuk kelompok kota terkotor di dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Guru SD di Saudi Wafat Ketika Mengajarkan Al-Qur`an
Tulisan selanjutnya Al-Nusra Tukar Tawanan Libanon dengan Mantan Isteri Al-Baghdadi Dkk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?