Hidayatullah.com–Pesan tahun baru biasanya berisi kabar baik penuh harapan, tapi rupanya tidak demikian untuk negara Inggris. Perdana Menteri David Cameron justru menyampaikan kabar buruk untuk rakyat dalam pesan tahun barunya.
Dilansir oleh Guardian (02/01/2012), PM David Cameron mengakui bahwa Inggris tidak memiliki kekebalan terhadap krisis hutang dan hanya dapat bertahan sebentar dari terpaan krisis zona euro.
Pernyataan Cameron itu sangat berbeda dengan pernyataan yang disampaikannya pada pesan tahun baru 2011. Ketika itu Cameron dengan gagahnya mengatakan, “Kita telah mengeluarkan Inggris dari zona bahaya.”
Dalam pesan tahun baru 2012 Cameron mengatakan, “Kita memiliki rencana yang jelas dan kuat untuk mengurangi defisit, yang mana memberikan kita sedikit perlindungan dari badai hutang terburuk yang sekarang menghantan zona euro. Kita punya perlindungan untuk sementara — dan oleh karena itu, kita musti tangguh, percaya diri dan tegas dalam membangun masa depan kita.”
Cameron sebelumya sudah mendapat banyak kritikan, karena mengandalkan kebijakan moneter dan menunggu 18 bulan sebelum membuat perencanaan pertumbuhan besar pada musim gugur tahun lalu.
Kini ia mengakui bahwa banyak yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian Inggris. “Saya tahu banyak perubahan yang dibutuhkan. Kita harus bekerja lebih keras untuk menyehatkan kembali perekonomian kita. Oleh karena itu, kita telah membuat rencana besar untuk transformasi insfrastruktur kita, dimulai dari sekarang, dengan jalan-jalan dan rel kereta yang lebih baik, broadband super cepat dan rumah rumah-rumah baru.”
Kabar buruk dari Cameron ini menyusul peringatan dari Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya, yang mengatakan bahwa tahun 2012 “tidak diragukan lagi” akan lebih sulit dibanding tahun 2011. Sementara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan, “Krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang tidak diragukan lagi merupakan yang paling buruk sejak Perang Dunia ke-2, belum selesai.”*