Hidayatullah.com–Direktur Tim Perlindungan WNI Utusan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Tatang Budie Utama Razak menyampaikan berencana mengevakuasi WNI di Suriah, khususnya yang sudah merasa terancam keamanannya dan siap pulang.
Tatang juga meminta Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Suriah, Evi Fauzi Abdurrazaq untuk ikut membantu mendata WNI yang berkriteria tersebut.
“Kami akan mendata WNI yang merasa terancam, dan kami akan merapatkannya di Jakarta, insya Allah dalam beberapa hari kami akan dapat mengevakuasinya.” Kata Tatang dalam acara Tatap Muka dengan Warga Negara Indonesia di Aula Kedutaan Besar RI, di Damaskus, Sabtu (14/01/2012).
Hal itu dikatakannya karena ada beberapa kawasan yang sudah harus dievakuasi, dan sebagian lain masih dalam kategori lumayan aman, hingga belum perlu dievakuasi.
Tatang menegaskan evakuasi bertahap ini dilakukan untuk menghindari kasus kepanikan seperti yang terjadi di Mesir beberapa bulan yang lalu, dan bukan karena meremehkan situasi.
Tatang yang datang bersama Tim ke Damaskus, Suriah Jumat (13/01/2012) pagi melalui jalur darat dari Yordania itu mempunyai tujuan untuk meninjau beberapa kota di Suriah, serta bertemu dengan tokoh-tokoh penting, dan pejabat-pejabat negara terkait.
Pihaknya telah melakukan inspeksi ke beberapa lokasi seperti pasar tradisional guna mensurvei harga makanan-makanan pokok, kawasan ramai kota, serta beberapa tempat-tempat strategis di Ibu Kota Damaskus. Rombongan juga sudah mengunjungi tokoh-tokoh penting di negara tersebut, seperti Dr. Syarif Shawwaf, Prof. Dr. Said Ramadhan al-Buthi, dan tokoh-tokoh penting lainnya.
Selain itu, rombongan juga telah mengecek tenda-tenda pengungsian yang rencananya akan digunakan untuk mengungsikan WNI, jika situasi semakin memburuk. Tenda-tenda tersebut berlokasi di pelataran KBRI-Damaskus dan Wisma Duta-Ya’four. Tenda-tenda tersebut, menurutnya sudah bisa untuk menampung sekitar 700 WNI yang membutuhkan.
Rombongan juga mengecek persediaan bahan makanan pokok seperti Beras, Mie Instant, minyak sayur, serta lainnya, yang telah disimpan di gudang Wisma Duta.
Sabtu kemarin, mereka bertemu dengan pejabat Kemenlu dan Departemen Imigrasi Suriah.
“Ini kami sedang marathon, besok rencananya kami akan bertemu dengan Kemenlu dan Imigrasi,” katanya.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 300 WNI itu, ia menghimbau supaya mereka bisa saling bertukar informasi, dan selalu berkoordinasi dengan Satgas Evakuasi yang dikoordinatori Bapak Iskandar Suksmadi.
Ia menambahkan, kemungkinan nantinya, tidak semua WNI di Suriah dapat dievakuasi, karena banyak dari mereka terutama Tenaga Kerja Indonesia Pekerja Laksana Rumah Tangga (TKI PLRT) yang belum terdata.
Data dari Kantor Imigrasi Suriah mengatakan terdapat sekitar 80 ribu WNI di negaranya.
Sedangkan KBRI hanya mempunyai data 12 ribu. Mereka terdiri dari beberapa diplomat, satu ekspatriat, 200 mahasiswa, dan selebihnya adalah TKI informal.*/Najih Ramadhan, Suriah.