Hidayatullah.com–PM Israel Benyamin Netanyahu tak didukung mayoritas rakyat Israel dalam upayanya menyerang Iran. 62 persen warga Israel menolak serangan sepihak terhadap instalasi nuklir Iran. Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan koran “Yedioth Achronoth”.
Laman Deutsche Welle pada Kamis (08/03/2012) memberitakan, 53 persen rakyat Israel percaya bahwa serangan semacam itu tidak akan membawa hasil. Dalam hal ini tidak dapat menghancurkan instalasi nuklir Iran.
Mayoritas memperhitungkan, Iran akan membalas menyerang dengan keras. 60 persen berpendapat, lebih dari 500 orang tewas di Israel, jika pecah perang dengan Iran.
Penampilan Netanyahu di Washington seusai bertemu Presiden Barack Obama disambut skeptis di Israel. Meski begitu ia pulang dengan kata-kata yang berhubungan dengan perang.
“Kita memiliki negara yang kuat dan stabil, dengan militer yang kuat. Bukan berarti tidak ada ancaman, tetapi kemampuan kita untuk mempertahankan diri berarti kita adalah tuan atas nasib kita sendiri, dan sangat banyak sahabat yang mendukung kita setiap saat,” kata Netanyahu.
Kritik terhadap sikap sang PM datang dari kubu kiri. Jossi Beilin, mantan ketua Partai Meretz yang liberal kiri, mengimbau untuk menunggu dampak dari sanksi terhadap Iran.
Beilin mengatakan kepada radio pemerintah Israel, “Netanyahu mengumumkan bahwa sanksi tidak berhasil. Jika toh sanksi baru saja dimulai, kenapa dia harus mengumumkan ketidakmanjuran sanksi itu didepan forum AIPAC?”*
Keterangan foto: Presiden Iran Ahmadinejad di fasilitas pengayaan uranium Natanz.