Hidayatullah.com—Tiga lagi pilot menyeberang ke Yordania dini hari ini, menambah total pilot Suriah yang membelot menjadi tujuh orang, lansir koresponden Al Arabiya di Amman, Yordania.
“Tiga orang pilot telah memasuki Yordania secara ilegal dan mereka sekarang ditahan pihak keamanan Yordania, yang menangani mereka melalui prosedur rutin,” kata koresponden Al Arabiya mengutip sumber-sumber dari kelompok oposisi Suriah (24/6/2012).
Menurut koresponden itu, Ghassan Abu Louz, salah satu dari ketiga pilot itu berpangkat letnan kolonel dan ia berhasil membawa serta keluarganya menyeberang ke Yordania hari ini. Kedua pilot lainnya berrpangkat kolonel dan juga dikabarkan membawa serta keluarga mereka.
Sejak hari Kamis lalu, empat pilot lainnya menyeberang ke Yordania, menyusul Kolonel Hassan Merei Hamada yang mendaratkan pesawat tempur Mig21 ke negara tetangga Suriah itu.
Kementerian Pertahanan Suriah menyebut Hamada sebagai pengkhianat dan mengatakan sedang mengatur pengembalian pesawat yang dilarikannya dengan pemerintah Yordania.
Sementara itu penasehat politik Syrian Free Army (SFA), Bassam Aldadah, menilai tindakan para pilot itu heroik.
“Para pilot yang membelot ini mengikuti komandan pahlawan Kolonel Hamada tanpa pesawat-pesawat mereka,” seraya menambahkan bahwa mereka menyeberang ke Yordania dengan berjalan kaki.
“Ketiga pilot itu telah memisahkan diri dari batalion mereka di Deir Al Zour untuk bergabung dengan Syiran Free Army,” kata Aldadah.
Seorang komandan SFA mengkonfirmasi kepada koran Mesir Al Ahram, bahwa anggota dari pasukan pemerintah yang memisahkan diri jumlahnya diperkirakan akan bertambah.*