Hidayatullah.com–Korban akhirnya mulai berjatuhan yang diduga akibat film “Anti-Islam” yang diproduksi di Amerika Serikat. Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya John Christopher Stevens tewas dalam serangan di Konsulat AS di Benghazi, Libya, pada Selasa malam (11/09/2012).
Duta Besar Amerika Serikat meninggal dunia karena kesulitan bernafas sebagai akibat dari serangan.
Protes terhadap film “Anti-Islam” produksi AS telah terjadi di Mesir dan Libia.
Kantor berita AFP mengutip Wakil Menteri Dalam Negeri Libya, Wanis al-Sharif, yang mengatakan Dubes John Christopher Stevens dan tiga pejabat tewas.
“Duta besar tewas bersama tiga pejabat lainnya,” kata Wanis al-Sharif pada Rabu, 12 September.
Sejauh ini Amerika Serikat belum mengeluarkan reaksi atas berita kematian duta besarnya. Sebelumnya Amerika hanya memberikan konfirmasi bahwa seorang diplomatnya tewas dalam insiden.
Konsulat Amerika Serikat di kota Benghazi dibakar oleh orang-orang bersenjata yang membawa granat roket.
Kekerasan di Benghazi terjadi menyusul unjuk rasa di Mesir guna menentang film yang disebut menghina Nabi Muhammad.
Seorang pejabat Libya mengatakan, Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, John Christopher Stevens, sedang dalam perjalanan ke tempat lebih aman, setelah pemrotes menyerang kantor Konsulat AS.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengecam serangan terhadap Konsulat Amerika di kota kedua Libia, Benghazi.
“Serangan seperti itu tidak bisa dibenarkan,” kata Haque, dilansir BBC.
“Sangat penting bagi pihak berwenang Libya untuk mengambil tindakan mendesak guna meningkatkan keamanan, khususnya di Benghazi, dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas serangan,” tambahnya.
Seperti diketahui, gerakan menentang film yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad juga ikut mengguncang Mesir. Di mana para demonstran menyerbu kedutaan Amerika dan memanjat dinding kedung. Demonstran juga menurunkan bendera Amerika. [baca; Protes Film “Anti-Islam”, Kedutaan AS Didemo]*