Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Video Pembenci Islam itu Gagal Diputar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2012 07:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sambungan video untuk pidato dari penulis kontroversial Salman Rushdie pada Festival Kesusastraan di Jaipur, India, tidak jadi diputar.

Produser festival, Sanjoy Roy, mengatakan keputusan tersebut disayangkan namun dibutuhkan untuk mencegah kekerasan.

“Kami mendapat tekanan besar. Sebelumnya, pada hari ini juga, sejumlah organisasi datang dan mengancam kekerasan,” ujarnya dikutip  BBC.

“Bahkan ketika saya sedang berbicara ini, kami mendapat informasi dari polisi bahwa sekelompok besar orang berkumpul di persimpangan taman kota dan berjalan ke arah Istana Diggi (tempat ferstival berlangsung),” tambahnya.

Para hadirin sudah sempat menunggu di tempat pertunjukan untuk menunggu sambungan video.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejumlah umat Islam menilai karya Salman Rushdie yang berjudul The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan) merupakan pelecehan agama dan dilarang beredar di India.

Penulis terkenal itu -yang sudah mendapat gelar bangsawan Inggris, Sir- sempat bersembunyi selama beberapa tahun setelah pemimpin Iran, Ayatullah Khomeini, mengeluarkan fatwa untuk membunuhnya.

Ancaman pembunuhan

Pembatalan pemutaran video juga didukung oleh pemilik Istana Diggi, Ram Pratap Singh. “Saya mengambil keputusan untuk tidak membiarkan pemutaran sambungan video berlangsung berdasarkan saran dari kepolisian.”

“Banyak orang yang menentang sambungan video itu dan sudah berkumpul di tempat acara,” tuturnya.

Salman Rushdie sudah menyatakan mundur dari festival di Jaipur karena adanya informasi tentang ancaman pembunuhan atasnya. Beberapa tahun lalu dia berpartisipasi dalam festival tahunan itu dan tidak terjadi kekerasan.

Pihak penyelenggara kemudian merencanakan pemutaran video rekaman pidato Rushdie sebagai pengganti kehadirannya, namun akhirnya dibatalkan juga.

Unjuk rasa Selasa (24/01/2012) siang waktu setempat diorganisir oleh pemimpin organisasi Islam India, Dewan Milli India, Paiker Farukh.

Dia menuduh Festival Kesusastraan di Jaipur berupaya menampilkan Salman Ruhsdie sebagai seorang pahlawan.

“Kami memiliki hak untuk unjuk rasa dengan cara yang demokratis dan jika umat Islam di Jaipur datang untuk memprotes, Anda tidak bisa mencegah kami. Anda tidak bisa mengarahkan kami, kami bukan orang bodoh,” kata Farukh kepada para wartawan di luar Istana Diggi.
 
Rencananya melalui sambungan video Salman Rushdie akan berbicara tentang bukunya yang berjudul “Midnight’s Children” yang mendapat penghargaan buku Booker di Inggris dan kehidupannya.

Dia sempat menuding pihak berwenang di negara bagian Rajasthan memberi ‘informasi intelijen yang keliru’ sehubungan dengan ancaman atas jiwanya.

Namun kepolisian Rajasthan mengatakan tuduhan Rushdie tidak berdasar dan menegaskan ada informasi yang bisa dikukuhkan sehubungan dengan ancaman tersebut.

Mereka juga akan menyelidiki apakah Sanjoy Roy dan empat penulis melanggar hukum karena membaca kutipan The Satanic Verses di dalam festival.

Sejumlah penulis yang menghadiri festival di Jaipur sudah menyampaikan petisi kepada pemerintah untuk mempertimbangkan larangan terhadap buku karya Rushdie tersebut.

Selasa 24 Januari merupakan hari terakhir festival yang sejauh ini sudah menarik kedatangan 70.000 pengunjung dengan menampilkan para penulis kelas dunia seperti Tom Stoppard, Michael Ondaatje, serta David Hare.

Salman Rushdie lahir di India. Ia mengalami “tekakan” seumur hidup atas ulahnya sendiri di tahun 1989, ketika rezim Iran mengeluarkan fatwa hukuman mati setelah menulis novel “Ayat-ayat Setan” yang memaksanya meminta perlindungan polisi Inggris selama bertahun-tahun hingga ia mengajukan menjadi warga negara Inggris, yang menjadi tempat tinggal utamanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus “Xenia Maut” Tunjukkan Miras Persoalan Serius
Tulisan selanjutnya Salafy Yaman pun Ingin Meniru Salafy Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?