Hidayatullah.com—Perang terlama yang dilakoni Amerika Serikat di Afghanistan memasuki tahun ke-12 hari Ahad kemarin (7/10/2012), kesempatan itu dipergunakan Taliban untuk mengolok-olok negara adidaya tersebut dengan mengatakan bahwa pasukan AS dan sekutunya NATO “melarikan diri dari Afghanistan” dalam keadaan “malu dan terhina.”
Pada 7 Oktober 2001 pasukan Amerika Serikat menyerbu Afghanistan untuk menggulingkan pemerintahan Taliban yang dituding melindungi Usamah bin Ladin dan Al Qaidah, kelompok yang dijadikan Washington sebagai kambing hitam peristiwa serangan 11 September 2001 atas kompleks gedung WTC di New York.
Taliban yang tergusur akhirnya melawan dengan perjuangan senjata, sementara pasukan Amerika Serikat yang mendapat dukungan dari NATO dan sekutu lainnya dari total 50 negara mengirimkan tidak kurang dari 130.000 pasukan untuk memburu Taliban dan menyokong pemerintahan boneka Presiden Hamid Karzai.
Pasukan asing itu kini mulai menarik diri dari medan pertempuran. Menurut jadwal yang dibuat Washington dan NATO, penarikan pasukan akan selesai sebelum akhir 2014. Amerika Serikat akan menyisakan sejumlah personel militernya dalam kerangka perjanjian kerjasama keamanan dengan pemerintah Hamid Karzai.
“Dengan pertolongan Allah, para pejuang Afghianstan yang pemberani di bawah kepemimpinan jihad Emirat Islam mengalahkan kekuatan militer dan segudang strategi Amerika dan sekutu NATO,” kata Taliban dalam pernyataannya Ahad (7/10/2012) yang dikutip Saudi Gazette.
“Dan sekarang setelah sebelas tahun melakukan teror, tirani, kejahatan dan kebiadaban tanpa henti, mereka melarikan diri dari Afghanistan dengan perasaan malu dan terhina dan mereka berusaha keras mencari alasan,” kata Taliban.
Sebanyak 3.199 tentara NATO tercatat meninggal dunia, lebih dari 2.000 orang di antaranya merupakan tentara Amerika Serikat. Sebagian besar kematian pasukan asing itu terjadi dalam 5 tahun terakhir di saat serangan Taliban terus meningkat. Demikian menurut data iCasualties.org.*