Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara Oposisi di Aleppo Dapat Gaji Pertama

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Oktober 2012 08:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah berbulan-bulan bertempur tanpa bayaran, tentara oposisi Suriah di Aleppo menerima gaji pertama mereka, yang kabarnya berasal dari uang bantuan negara-negara asing.

Di Aleppo, anggota pasukan oposisi mendaftarkan nama mereka kepada Kolonel Abdul Salam Humaidi –salah seorang anggota militer Suriah yang membelot– yang bertugas mencocokkan nama dalam daftar yang diberikan komandan pasukan oposisi sebelum mereka mendapat bayaran.

Anggota pasukan oposisi yang telah menerima gaji membubuhkan sidik jari mereka di sebelah namanya sebagai tanda terima.

“Dewan militer revolusi … menangani pembagian gaji bulanan untuk para pejuang, khususnya yang berada di garis depan,” kata Humaidi kepada AFP.

Semua pejuang sekarang dibayar USD150 perbulan. Tetapi di masa mendatang akan ada perubahan jumlah gaji bagi mereka yang menikah dan pasukan yang bertempur di garis depan, kata Humaidi dikutip AFP (23/10/2012).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Humaidi menceritakan, dirinya membelot dari militer Suriah setelah 30 tahun berkarir di sana sebab rezim Suriah korup dan sektarian.

Sekarang Humaidi menjabat sebagai pejabat keuangan di Dewan Militer Revolusi. Dia menolak menjelaskan dari mana uang tersebut berasal. Namun, para komandan pasukan oposisi di Aleppo mengatakan kepada AFP bahwa uang itu datang dari negara-negara donor, meskipun mereka saling berbeda menyebutkan nama negaranya.

“Dewan militer membagikan gaji sumbangan dari Qatar … sebanyak $150 perorang yang terdaftar untuk dua bulan,” kata Haji Al Bab komandan di Brigade Tauhid, seraya menambahkan bahwa tentara yang tidak terdaftar tidak mendapatkan bayaran.

Ahmad Arur, seorang komandan di Brigade Saqur Al Syam mengatakan bahwa “bantuan internasional (dan) para pengusaha oposisi Suriah membayar gaji untuk Tentara Kebebasan (FSA).”

Sementara seorang komandan dari Brigade Halab Al Shahbaa bernama Syeikh Mahmud Mujadami mengatakan, sumber uang berasal dari Turki, dari negara-negara Teluk, dari … negara-negara Islam,” serta dari Asosiasi Ulama Islam.

“Kami mendapatkan gaji sebanyak $150 dan akan kami gunakan untuk uang saku dan untuk keluarga, serta rumah,” kata Muhammad Al Nasser yang sudah ikut bertempur selama enam bulan tanpa bayaran.

Dia menikah dan punya seorang putra, tetapi mereka tidak bisa hidup tanpa bantuan yang diterimanya dari Turki. Sekarang mereka kembali ke Suriah.

Ahmad Al Shawaf mengatakan bahwa dirinya berperang tanpa bayaran selama 5 bulan. Menurutnya, banyak kesulitan yang dihadapi terutama bagi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. Dia sendiri terpaksa berhenti dari pekerjaannya karena revolusi.

Menurut keterangannya, komandan batalion bisa memutuskan untuk memberikan bantuan kepada prajuritnya.

Hussein Ristum yang membelot dari kepolisian sekitar tiga bulan lalu, kehilangan gajinya. “Saya mengandalkan gaji untuk keperluan keluarga, tapi alhamdulillah di Brigade Tauhid ini kami tidak membutuhkan apa-apa. Makanan, kami memperoleh semuanya,” kata Ristum.

Bekas polisi itu mengatakan, pasukan oposisi membantu keluarganya saat dia bertugas tanpa mendapatkan bayaran. Dia mengaku “menghadapi kesulitan, tetapi alhamdulillah Tentara Kebebasan dan teman-teman memberikan tempat tinggal.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppoold migratesuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anis Matta Pimpin Rapat Paripurna Pengesahan 13 Anggota Baru Komnas HAM
Tulisan selanjutnya BBC Membiarkan Kejahatan Seksual selama Puluhan Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?