Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bantuan Kemanusiaan untuk Suriah Dirampas Rezim

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 8 November 2012 19:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hampir seluruh bantuan internasional yang disalurkan lewat Bulan Sabit Merah Suriah dirampas oleh rezim Bashar Al Assad dan tidak pernah sampai kepada rakyat yang membutuhkannya, lansir AFP (7/11/2012).

“Sembilanpuluh, bahkan 95 persen dari semua yang dikirim ke markas besar Bulan Sabit Merah Arab Suriah di Damaskus digunakan untuk mendukung rezim Suriah, khususnya tentara…,” kata Tawfik Chamaa, jurubicara Union of Syrian Medical Relief Organizations (UOSSM).

“(Bantuan) itu tidak akan sampai kepada warga sipil yang dibom setiap hari dan dikepung,” kata Chamaa kepada para wartawan di Jenewa, Swiss.

Dia menyatakan bahwa uang tunai atau barang-barang yang dikirim ke Bulan Sabit Merah di Damaskus “dirampas oleh rezim.”

Suriah tidak menggunakan istilah ‘palang merah’ untuk lembaga kemanusiaannya yang tergabung dalam Palang Merah Internasional (ICRC).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Chamaa, salah seorang pendiri UOSSM yang terdiri dari 14 organisasi dari berbagai negara termasuk Prancis, Swiss, Turki dan AS, mendesak agar lembaga-lembaga kemanusiaan yang lebih besar memastikan bantuan yang mereka salurkan sampai kepada warga sipil yang membutuhkannya di Suriah.

Chamaa menjelaskan, konvoi terdiri dari 11 truk milik WFP, yang sebagian besar disalurkan oleh Bulan Sabit Merah, belum lama ini menghilang di wilayah utara Suriah.

Namun, pernyataan Chamaa itu dibantah oleh organisasi pangan PBB World Food Program (WFP).

“Saya yakin sama sekali tidak ada penyitaan,” kata Elizabeth Byrs jurubicara WFP.

“Pemantau pangan WFP dapat mengunjungi sebagian besar area untuk memeriksa apakah makanan-makanan itu sampai kepada orang-orang yang sangat membutuhkan. Bahkan di sejumlah daerah yang berbahaya, mereka menggunakan kendaraan tahan peluru WFP,” kata Byrs.

Wanita itu menegaskan bahwa Bulan Sabit Merah sebagai koordinator penyalur bantuan kemanusiaan beroperasi di seluruh penjuru Suriah secara independen.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa, memasuki bulan ke-20 pertempuran antara pasukan rezim dan oposisi telah merenggut nyawa lebih dari 36.000 orang.

Chamaa menjelaskan, rakyat Suriah yang meninggal dunia bukan hanya karena tewas akibat serangan bersenjata atau terjebak dalam pertempuran, tetapi juga ada yang meninggal “secara perlahan”. Mereka kehilangan nyawa bukan karena peluru, melainkan karena kurangnya obat dan perawatan medis.

UOSSM sampai saat ini sudah mendirikan 30 rumah sakit lapangan, dan dalam waktu dekat akan membangun 30 rumah sakit sejenis lainnya. Awal pendiriannya dipelopori orang para dokter Suriah yang tinggal di berbagai negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Hikmah: Membangun (Kembali) Peradaban Islam
Tulisan selanjutnya Muslimah HTI: Solusi Pelecehan, Stop Kirim TKW!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?