Hidayatullah.com—Presiden Sudan Umar Al Bashir mengancam Israel dengan “balasan yang menyakitkan,” menyusul pemboman kompleks pembuatan senjata di Yarmuk, selatan ibukota Khartoum bulan lalu oleh Zionis.
“Israel akan tetap menjadi musuh nomor satu, dan kami tidak akan memanggilnya dengan yang lain kecuali musuh Zionis,” kata Bashir dalam pidatonya yang ditayangkan hari Kamis, penampilan publik pertama setelah menjalani operasi di Arab Saudi.
“Saya dalam keadaan sehat, dan balasan kita ke Israel dakan menyakitkan,” kata Bashir lewat pesan singkatnya yang dikutip stasiun radio pemerintah, lapor Al Arabiya (9/11/2012).
Sudan menuding Israel melakukan serangan atas pabrik senjata di Yarmuk, sehingga menyebabkan ledakan yang menewaskan empat orang.
Israel tidak berkomentar atas tuduhan itu. Sejak lama negara Zionis itu menuduh Sudan menyupali senjata bagi kelompok perjuangan Palestina, Hamas.
Menteri Kebudayaan dan Informasi Sudan Ahmad Bilal Othman mengatakan, bukti-bukti yang dikumpulknan di tempat kejadian di Yarmuk menunjukkan bahwa Israel terlibat dalam serangan tersebut, dan oleh karenanya Sudan berhak untuk melakukan balasan.*