Hidayatullah.com-Pejabat Turki menyatakan tekad mereka kemarin untuk menjelaskan kematian pendiri lembaga kemanusiaan White Helmet (Helm Putih) James Le Mesurier, yang ditemukan di dekat rumahnya di Istanbul, Senin.
“Kantor kepala kejaksaan kami, polisi kami terlibat dalam berbagai upaya untuk menjelaskan insiden itu,” kata Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya dikutip DailySabah.
Sejauh ini, polisi Turki percaya bahwa dia meninggal akibat jatuh, meskipun polisi masih menyelidiki insiden itu.
Jasad Le Mesurier ditemukan sekitar pukul 04.30 waktu setempat (01:30 GMT) di jalan dekat rumah dan kantornya di Distrik Beyoglu Istanbul di bagian kota yang masuk wilayah Eropa.
Dia ditemukan mengalami patah tulang di kepala dan kakinya, kata media Turki, dan diyakini telah jatuh dari balkonnya.
Istri Le Mesurier mengatakan dalam pernyataannya bahwa suaminya baru-baru ini mulai meminum pil tidur dan obat-obatan psikiatris karena gangguan stres dan insiden itu terjadi pagi-pagi ketika dia sedang tidur.
Dilaporkan juga bahwa sebuah paket datang ke kantor Le Mesurier kemarin dengan nama seorang nasional Suriah Nihad Sarmini. Diungkapkan kemudian bahwa Sarmini membagikan sebuah tweet setelah kematian Le Mesurier, menyatakan belasungkawa. Dalam akun media sosialnya, Sarmini mengatakan bahwa ia berasal dari provinsi barat laut Suriah, Idlib.
Sementara Lembaga Kedokteran Forensik telah menyimpulkan otopsi, namun dilaporkan penyelidikan setelah otopsi akan memakan waktu setidaknya satu bulan untuk menyimpulkan.
Le Mesurier adalah pendiri dan CEO May Day Rescue, yang mendirikan dan melatih Helm Putih, juga dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, sekelompok sukarelawan kemanusiaan lokal. Anadolu Agency melaporkan dia berusia 48 tahun dan telah pindah ke Turki bersama istrinya empat tahun lalu.
Helm Putih, yang dikenal secara resmi sebagai Pertahanan Sipil Suriah, telah menyelamatkan ribuan orang di daerah-daerah yang dikuasai oposisi selama bertahun-tahun pemboman oleh rezim keji Bashar al Assad dan pasukan Rusia dalam perang di negara itu.
Mayday Rescue adalah organisasi nirlaba dengan kantor di Amsterdam dan Istanbul yang proyeknya didanai oleh PBB dan berbagai pemerintah.
Le Mesurier mengatakan kepada Al-Jazeera pada 2015 bahwa ia telah memulai pelatihan dan mendukung organisasi pada awal 2013 bersama para ahli penyelamat Turki, dimulai dengan “satu tim yang terdiri dari 20 orang.”
Anggota parlemen Inggris menghubungkan kematian Le Mesurier dengan Rusia.
Sementara itu, seorang anggota parlemen senior Inggris mengatakan bahwa ia “sangat prihatin” untuk mendengar tentang kematian Le Mesurier.
Pernyataan oleh Tom Tugendhat, ketua Komite Urusan Luar Negeri British House of Commons, datang sehari setelah pemberitahuan kematian itu.
“Pekerjaan heroiknya dalam membela hak asasi manusia di Suriah dengan sedih telah menjadikannya banyak musuh, dan pejabat Rusia sering menuduhnya memiliki hubungan dengan organisasi teroris,” kata Tugendhat seperti dikutip oleh Financial Times.
Dia menambahkan bahwa pejabat Inggris harus menjadi bagian dari penyelidikan, menurut harian Inggris. Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris juga mengatakan “sangat sedih” dengan kematian Le Mesurier.
Rusia telah lama menuduh Helm Putih, nama informal kelompok yang dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, sebagai proyek oleh dinas intelijen Barat untuk melemahkan sekutu rezim Assad di Suriah, tulis Financial Times.
“Badan intelijen telah memperingatkan terhadap usapan terus-menerus dari Rusia, tentang Le Mesurier atas dukungannya bagi kelompok penyelamat,” lapor The Telegraph.
Mengutip seorang ahli Suriah yang tidak disebutkan namanya, harian itu mengatakan Le Mesurier telah menghadapi “tekanan yang tak terbayangkan dan menargetkan sebagai hasilnya.”*