Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Peraih Nobel, Suu Kyi Serukan Kirim Tentara untuk Akhiri Konflik di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2012 09:47
Bagikan
CSW menuduh keamanan Myanmar ”berkolusi" dengan massa menyerang etnis muslim
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin oposisi Myanmar yang Aung San Suu Kyi, berseru kepada pemerintah Myanmar untuk mengirim lebih banyak tentara ke negara bagian Rakhine yang mengalami kerusuhan etnik. Padahal, selama ini konflik terjadi juga karena keterlibatan pihak militer.

Dikutip laman radioaustralia.net.au, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu, yang dikritik karena tidak mengecam khusus perlakuan terhadap kaum Muslim Rohingya, menyerukan diakhirinya kerusuhan.

Suu Kyi mengeluarkan sebuah statement yang mengatakan, semua pihak bertanggung-jawab untuk menghormati hak asasi manusia (HAM).

Sebelum ini Suu Kyi pernah dikritik banyak pihak karena berdiam diri ketika ratusan ribu orang Muslim menjadi korban kekerasan.

Pemimpin yang akrab dengan penjara rumah itu pernah menyatakan bahwa dirinya tidak mau berbicara karena dia tidak ingin menggunakan “kepemimpinan moral” dalam  sikap politiknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya mendukung toleransi, tapi bukan berarti seseorang harus bertindak karena dorongan moral dalam kepemimpinannya. karena banyak aspek lain yang menyebabkan suatu konflik bisa terjadi,” ujarnya seperti dilansir BBC (04/11/2012).

Puluhan orang telah tewas dan lebih dari 100.000 menjadi pengungsi dalam kerusuhan antara etnik Rakhine yang Budhist dan kaum Rohingya yang Muslim sejak Juni.

PBB melukiskan Rohingya sebagai salah-satu minoritas paling tertindas di dunia.

Puluhan-ribu orang yang rumahnya dibakar kini menghuni kamp-kamp sementara di Rakhine, dan banyak lainnya mencoba meninggalkan tempat itu dengan kapal.

Bangladesh masih mencari 50 orang yang hilang setelah sebuah kapal yang membawa pencari suaka Rohingya menuju Malaysia tenggelam minggu ini.

Sebuah lembaga advokasi Kristen, Christian Solidarity Worldwide (CSW) telah menuduh pihak keamanan Myanmar  sengaja ”berkolusi dengan massa, yang menyerang, membunuh dan menangkap warga Rohingya”. Bahkan telah menangkapi  ulama Muslim,  katanya dikutip  ucanews.com, Jumat (02/11/2012).

Karenanya, CSW mendesak masyarakat internasional untuk menekan pemerintah untuk mengizinkan pengamat internasional dan bantuan kemanusiaan ke daerah bencana tersebut.

“Aksi internasional dan bantuan adalah kebutuhan mendesak untuk mengakhiri kekerasan ini,” kata Johnston. Krisis itu menimbulkan “ancaman serius bagi perdamaian dan demokratisasi” di Myanmar, tambahnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:militerMuslimmyanmarold migrateRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yang Bekas Yang Meguntungkan
Tulisan selanjutnya Presiden Sudan: Israel Musuh No.1

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?